Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sarawak Kaji Kereta Api Tiga Negara, IKN Berpeluang Jadi Hub Baru Kalimantan

Efprizan • Selasa, 9 Juni 2026 | 08:04 WIB
Sarawak mengkaji pembangunan kereta api Indonesia-Malaysia-Brunei yang berpotensi memperkuat konektivitas IKN dan Kalimantan. (ilustrasi AI/Pontianak Post)
Sarawak mengkaji pembangunan kereta api Indonesia-Malaysia-Brunei yang berpotensi memperkuat konektivitas IKN dan Kalimantan. (ilustrasi AI/Pontianak Post)

PONTIANAK POST - Pemerintah Sarawak mulai mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, sebuah proyek transportasi lintas negara yang berpotensi memperkuat konektivitas dan ekonomi di Pulau Kalimantan, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rencana tersebut disampaikan Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, saat melakukan kunjungan resmi ke Otorita IKN di Balikpapan, akhir tahun lalu (10/12), untuk membahas peluang kerja sama transportasi dan pengembangan kawasan.

Kereta Api Lintas Negara Masuk Pembahasan

Lee Kim Shin mengatakan Sarawak tidak hanya menyiapkan konektivitas udara melalui maskapai Air Borneo, tetapi juga menaruh perhatian pada pengembangan jaringan transportasi darat yang dapat menghubungkan tiga negara di Pulau Kalimantan.

“Selain transportasi udara, kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara,” ujar Lee Kim Shin dalam keterangan tertulis yang dikutip Balikpapan Pos (jaringan Pontianak Post), Kamis (11/12).

Baca Juga: Akhirnya Tender Masterplan Rampung, Kereta Api Kalimantan Masuk Tahap Baru

Jika terealisasi, jalur tersebut akan menjadi salah satu proyek transportasi strategis terbesar di Borneo karena menghubungkan wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei dalam satu koridor darat.

Keberadaan kereta api lintas negara dinilai dapat mempercepat mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, serta memperlancar distribusi barang antarkawasan yang selama ini masih mengandalkan transportasi jalan dan laut.

IKN Berpotensi Menjadi Simpul Konektivitas Baru

Otorita IKN menyambut positif wacana tersebut karena sejalan dengan visi pembangunan Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru di Kalimantan.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menilai jalur kereta api lintas negara dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Sebelum Trans Kalimantan, Kalsel Lebih Dulu Punya Jalur Kereta Api

“Jika jalur kereta api lintas tiga negara terwujud, ekonomi Asia Tenggara akan semakin bergerak dan menunjukkan kuatnya dinamika kawasan,” kata Bimo.

Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas investasi, perdagangan, dan mobilitas penduduk menuju IKN yang saat ini terus berkembang.

Kerja Sama Antarpemerintah

Sementara itu, Premier (kepala pemerintahan negara bagian) Sarawak, Abang Johari Tun Openg. mengatakan bahwa Sarawak telah memiliki rancangan awal jalur kereta api yang akan dibahas bersama pemerintah federal Malaysia sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi salah satu jaringan transportasi terbesar di Pulau Borneo yang menghubungkan Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam, dan Kalimantan.

Baca Juga: Giliran Sarawak Nyatakan Siap Realisasikan Kereta Api Trans-Borneo, Se-Pulau Kalimantan Bakalan Terhubung

Abang Johari menjelaskan proyek pada tahap awal akan difokuskan untuk memperkuat konektivitas antara Sabah dan Sarawak terlebih dahulu.

Namun, pengembangan berikutnya direncanakan menjangkau Kalimantan melalui kerja sama antarpemerintah atau government-to-government (G2G) antara Malaysia dan Indonesia.

“Kita mempunyai kemudahan yang diperlukan dan kerajaan Persekutuan juga bersedia membantu dalam menghubungkan projek yang dikenali sebagai Pan Borneo Railway,” kata Abang Johari katanya pada sidang media sempena Program Sarawakku Sayang Bahagian Bintulu di Lapangan Terbang Lama Bintulu, Sabtu (23/5/2026) lalu, sebagaimana dikutip dari Bernama.

Bagi masyarakat Kalimantan, rencana tersebut menjadi kabar penting karena selama ini Pulau Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api antarkota yang terintegrasi seperti di Jawa maupun Sumatra.

Baca Juga: AHY Tawarkan Proyek Kereta Strategis kepada Rusia, Bidik Logistik Lebih Murah dan Konektivitas Nasional

 

Sebagai langkah awal, Pemerintah Sarawak mengusulkan pembangunan jalur kereta api dari Bintulu menuju Kidurong.

Wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan industri utama di Sarawak yang membutuhkan sistem logistik lebih efisien untuk mengangkut barang dalam jumlah besar. (*)

 

 

Editor : Efprizan
#kereta api kalimantan #jalur kereta Kalimantan #konektivitas IKN #kereta api tiga negara #Sarawak