PONTIANAK POST - Pembangunan dan modernisasi infrastruktur kereta api di berbagai negara menampilkan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik, pengurangan emisi, hingga peningkatan akses masyarakat.
Pada laman World Bank Group menunjukkan sejumlah proyek di India, Mesir, Kamerun, Uzbekistan, Serbia, dan Tiongkok memperlihatkan bahwa investasi transportasi rel tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga transformasi ekonomi dan lingkungan.
India: Efisiensi Logistik dan Pengurangan Emisi Skala Besar
Di India, pembangunan sekitar 1.200 kilometer jalur kereta barang khusus antara 2011 hingga 2024 meningkatkan kapasitas angkut hingga empat kali lipat.
Baca Juga: Sarawak Kaji Kereta Api Tiga Negara, IKN Berpeluang Jadi Hub Baru Kalimantan
Peningkatan ini turut memangkas biaya logistik hingga sekitar 58 juta dolar AS serta menciptakan sekitar 9 juta hari kerja.
Disamping itu, pada 2024 saja, emisi berhasil dikurangi sebesar 55.000 ton setara CO₂, dengan proyeksi total pengurangan mencapai 13,19 juta ton pada 2042.
Mesir: Akses Transportasi untuk Puluhan Juta Penduduk
Di Mesir, pengembangan infrastruktur transportasi berkelanjutan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 30 juta orang.
Peningkatan ini memperluas akses mobilitas masyarakat sekaligus mendukung konektivitas antar wilayah yang lebih efisien.
Baca Juga: Seberapa Dekat Realisasi Pembangunan Jalur Kereta Api di Kalimantan Barat?
Kamerun: Penurunan Biaya Pengiriman di Koridor Strategis
Di Kamerun, peningkatan infrastruktur jalan dan kereta api pada koridor Douala–N'Djamena berhasil menurunkan biaya pengiriman kontainer lebih dari 7 persen.
Dalam periode 2012 hingga 2022, perbaikan ini memperkuat efisiensi perdagangan lintas wilayah.
Uzbekistan: Lonjakan Konektivitas dan Efisiensi Perjalanan
Uzbekistan mencatat dampak besar dari pembangunan jalur kereta multifungsi baru pada 2015–2020.
Lebih dari 740.000 orang memperoleh akses konektivitas lebih baik, biaya perjalanan turun 33 persen, keterlambatan berkurang drastis dari 95 persen menjadi 10 persen, dan biaya pengiriman barang penting turun hingga 80 persen.
Serbia: Keselamatan Transportasi yang Meningkat
Modernisasi jaringan kereta api di Serbia turut meningkatkan aspek keselamatan. Tingkat kematian per kilometer rel menurun hampir setengah, dari 3,56 pada 2019 menjadi 1,89 pada 2025, menunjukkan peningkatan standar keamanan infrastruktur.
Tiongkok: Penguatan Sistem Logistik Berkelanjutan
Di Tiongkok, penguatan sektor logistik dilakukan melalui pengembangan kebijakan nasional, standar teknis, dan sistem pendukung untuk mendorong pengangkutan barang yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pendekatan ini memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung logistik nasional.
Baca Juga: Proyek Kereta Api Kalimantan Masih Dikaji, Mengapa Harga Tanah Bisa Naik Lebih Dulu?
Kereta Api sebagai Mesin Transformasi Ekonomi Global
Dengan demikian, rangkaian data dari berbagai negara menunjukkan bahwa pembangunan dan modernisasi kereta api tidak hanya berdampak pada transportasi saja.
Ia juga menciptakan efisiensi ekonomi, membuka lapangan kerja, menurunkan biaya logistik, serta mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Hal ini menegaskan peran strategis kereta api dalam pembangunan berkelanjutan di berbagai belahan dunia. (*)
Editor : Miftahul Khair