Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Latihan Militer KDMP Terus Telan Korban, Empat Nyawa Melayang Sia-Sia

Rafael B. Junior • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:28 WIB
Peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Di tengah berlangsungnya program, pemerintah mengevaluasi prosedur pelatihan setelah empat peserta meninggal dunia di lokasi pendidikan yang berbeda. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr)
Peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Di tengah berlangsungnya program, pemerintah mengevaluasi prosedur pelatihan setelah empat peserta meninggal dunia di lokasi pendidikan yang berbeda. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr)

PONTIANAK POST Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bertambah menjadi empat orang. Menyusul insiden tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, sementara pihak TNI mengakui tetap menerapkan hukuman fisik bagi peserta yang melanggar aturan disiplin selama pendidikan.

Korban terbaru adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta latsarmil di Satuan Pendidikan (Satdik) Yon Parako 465 Jakarta. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Rifki meninggal dunia pada Jumat (26/6) pukul 00.28 WIB setelah sebelumnya mengalami sesak napas saat mengikuti kegiatan pendidikan.

"Pada 25 Juni 2026 almarhum mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan. Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, yang bersangkutan sempat kembali mengikuti aktivitas," ujar Rico.

Baca Juga: Mahasiswa Kalbar Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP dalam Aksi di Bundaran Digulis Pontianak

Namun, kondisi Rifki kembali memburuk pada sore hari sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa. Meski sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Rico menegaskan seluruh peserta, termasuk Rifki, telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan sebelum mengikuti pendidikan. Meski demikian, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) memutuskan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program SPPI.

Evaluasi tersebut meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, hingga penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.

"Kemhan menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga peserta. Kami juga memastikan seluruh hak peserta dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Rico.

Baca Juga: Gelombang Aksi Mahasiswa Turun ke Jalan Kian Meluas, Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP

Dengan meninggalnya Rifki, jumlah peserta latsarmil SPPI yang wafat menjadi empat orang. Sebelumnya, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat henti jantung saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Peserta lainnya, Anisa Muyassaroh, meninggal dunia setelah mengalami heat stroke saat mengikuti pendidikan di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Sementara Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia akibat tuberkulosis setelah sempat menjalani perawatan di RSAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta.

Baca Juga: Kaya Cadangan Logam Tanah Jarang, Yusril Ihza Mahendra Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Incaran Negara Besar: Kekuatan Militer Penting

Data Kemhan menunjukkan sebanyak 35.476 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mengikuti latsarmil di 67 satuan pendidikan TNI. Mereka terdiri atas sekitar 30 ribu calon pengelola KDMP dan 5.478 calon pengelola KNMP. Selain dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, peserta juga diproyeksikan menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).

Hukuman Fisik

Di tengah evaluasi tersebut, Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengungkapkan bahwa peserta yang melanggar aturan tetap dikenai hukuman fisik sebagai bagian dari pembinaan disiplin.

Menurut Agus, hukuman diberikan kepada peserta yang terlambat mengikuti apel pagi, tidak mengikuti makan bersama, maupun melakukan pelanggaran disiplin lainnya.

"Contoh saat apel pagi mereka terlambat, mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali," ujarnya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Dorong Merek Kolektif KDMP dan Indikasi Geografis Mempawah

Ia menegaskan hukuman tersebut disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta dan tidak disamakan dengan standar prajurit aktif TNI. Selain hukuman individual, pembina juga menerapkan hukuman kolektif apabila terdapat pelanggaran tertentu.

Di sisi lain, peserta yang menunjukkan prestasi selama pendidikan juga diberikan penghargaan sebagai bentuk motivasi agar tetap bersemangat menjalani pelatihan.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan hingga kini pemerintah belum menemukan indikasi adanya kelalaian dalam penyelenggaraan latsarmil yang menyebabkan peserta meninggal dunia.

Menurut Dudung, materi latihan yang diberikan kepada peserta SPPI tidak tergolong berat dan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan.

Baca Juga: Siswa Komcad ASN Jalani Simulasi Tempur dan Latihan Teknik Dasar Militer di Lanud Atang Sendjaja Bogor Jawa Barat

"Ada pelatihan militer dan sedang dievaluasi. Dari informasi yang kami terima, belum ada tingkat kelalaian," katanya.

Meski demikian, Dudung menegaskan aspek keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Pemerintah akan terus mengevaluasi seluruh prosedur pelatihan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Mudah-mudahan ke depannya faktor keselamatan benar-benar diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban lagi," ujarnya.

Senada dengan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah juga tengah mengevaluasi seluruh rangkaian pelatihan SPPI, termasuk prosedur latihan dasar kemiliteran yang dijalani para calon pengelola KDMP dan KNMP.

Ia menegaskan evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pendidikan berjalan sesuai prosedur dengan tetap mengedepankan keselamatan peserta. (jpc/ant)

Editor : Rafael B. Junior
#latsarmil SPPI #Evaluasi #meninggal dunia #latihan militer #KDMP