Dirikan 14 Pos Karhutla, Lima Pos Disiagakan di Sekitar Bandara untuk Antisipasi Gangguan Penerbangan

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:01 WIB
BPBD Kalsel bangun lima pos Karhutla di kawasan bandara internasional. (ANTARA/HO-Medcen Kalsel)
BPBD Kalsel bangun lima pos Karhutla di kawasan bandara internasional. (ANTARA/HO-Medcen Kalsel)

PONTIANAK POST- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan membangun 14 pos lapangan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan lima pos di antaranya ditempatkan di kawasan prioritas sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas penerbangan.

Kepala BPBD Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan kawasan ring satu bandara menjadi fokus utama penanganan karhutla karena potensi asap dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

"Kawasan sekitar bandara menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Prioritas kedua meliputi wilayah utara Kalsel yang mencakup Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara hingga Tabalong," katanya di Banjarbaru, Rabu.

Ronny menjelaskan, 14 pos lapangan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, mulai dari Tabalong hingga Kotabaru. Khusus kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor, lima pos ditempatkan di titik-titik strategis untuk mempercepat respons jika terjadi kebakaran.

“Untuk ring satu kami menyiapkan lima pos lapangan, yaitu di Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, kawasan Jalan Gubernur Sarkawi, serta di Alalak, Barito Kuala, tepatnya di sekitar Kampus UMB. Sementara sembilan pos lainnya tersebar di kabupaten dan kota di provinsi ini,” katanya.

Menurut Ronny, keberadaan pos lapangan diharapkan memangkas waktu respons petugas saat menerima laporan kebakaran sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke wilayah yang lebih luas.

“Harapannya dengan adanya pos lapangan ini, respons tim dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan bisa lebih cepat, sehingga kebakaran tidak menyebar dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, pengoperasian pos lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi dan unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

“Seluruh unsur terlibat dalam pos lapangan ini, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD kabupaten/kota, hingga Masyarakat Peduli Api dan para relawan. Kolaborasi ini kami harapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah,” ujar Ronny.

Melalui penempatan pos di sejumlah titik strategis dan dukungan lintas instansi, BPBD Kalimantan Selatan optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas transportasi udara dapat diminimalkan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
BPBD Kalsel cegah asap karhutla respons