Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Veddriq Leonardo dan Desak Rita Pimpin Indonesia di World Climbing Series Madrid 2026, Bidik Kebangkitan di Panggung Dunia

Uray Ronald • Selasa, 26 Mei 2026 | 04:31 WIB
Veddriq Leonardo. (Antara)
Veddriq Leonardo. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim 11 atlet untuk tampil pada World Climbing Series Madrid 2026 di Alcobendas, Madrid, Spanyol, pada 28-31 Mei 2026. Tim Merah Putih akan bertanding pada dua disiplin utama, yakni speed dan boulder. 

Keikutsertaan tim panjat tebing Indonesia di World Climbing Series Madrid 2026 menjadi momentum penting setelah hasil pada seri Wujiang, China, belum memenuhi target.

Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk kembali membuktikan diri di level elite dunia.

Daftar Atlet Indonesia di Madrid 2026

Berdasarkan daftar resmi yang dirilis FPTI, Indonesia menurunkan sembilan atlet pada nomor speed dan dua atlet pada disiplin boulder. Untuk nomor boulder, Indonesia diperkuat Ravianto Ramadhan dan Rivandi Ramadhan.

Sementara pada sektor speed putra, Indonesia menurunkan Veddriq Leonardo, peraih medali emas nomor speed pada Olimpiade Paris 2024.

Baca Juga: Panjat Tebing Wujiang 2026: Veddriq Leonardo Fall, Tim Speed Putra Indonesia Gagal Raih Medali

Adapula nama Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Kiromal Katibin.

Adapun sektor speed putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Rajiah Sallsabillah, serta Berthidgna Devi Surya Kusuma.

Asisten Pelatih Speed Indonesia, Fitriyani, mengakui hasil World Climbing Series Wujiang 2026 menjadi bahan evaluasi penting bagi tim nasional sebelum tampil di Madrid. 

Ia menilai persaingan nomor speed dunia kini semakin ketat dan menuntut atlet Indonesia tampil lebih konsisten.

“Kami akan terus berbenah karena seri Wujiang benar-benar memberi gambaran tentang pekerjaan rumah kami di Pelatnas,” ujar Fitriyani dalam keterangan resmi FPTI.

Sebelumnya, pelatih speed Indonesia Galar Pandu Asmoro juga menegaskan bahwa fokus utama tim bukan hanya mengejar catatan waktu, tetapi meminimalkan kesalahan saat perlombaan berlangsung.

Evaluasi itu menjadi perhatian utama menjelang World Climbing Series Madrid 2026.

“Sebagai pelatih kami lebih ingin atlet-atlet memanjat dengan maksimal tanpa melakukan kesalahan,” kata Galar Pandu Asmoro.

Baca Juga: Veddriq Fokus ke Kualifikasi Asian Games 2026, Absen di SEA Games Thailand

Madrid Jadi Arena Pembuktian Setelah Hasil Wujiang

World Climbing Series Wujiang 2026 sebelumnya menjadi catatan penting bagi evaluasi tim Indonesia. Dari sembilan atlet speed yang dikirim, Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali.

Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi satu-satunya atlet yang berhasil menyumbangkan medali bagi Merah Putih.

Di tengah ketatnya persaingan dunia, pencapaian itu menjaga asa Indonesia untuk tetap kompetitif pada disiplin speed.

Sebaliknya, sektor speed putra gagal menembus podium. Hasil tersebut menjadi perhatian serius tim pelatih nasional menjelang keberangkatan ke Madrid.

Saat itu, speed putra Indonesia hanya berhasil menembus babak perempat final, lewat Raharjati dan Veddriq. Keduanya gagal melaju ke babak berikutnya karena fall.

Baca Juga: Atlet Panjat Tebing Peraih Medali Emas Olimpiade Veddriq Dapat Hadiah Rumah dari REI

Harapan Indonesia Kembali Kibarkan Merah Putih

World Climbing Series Madrid 2026 diprediksi menjadi salah satu seri paling kompetitif dalam kalender panjat tebing internasional tahun ini. Atlet-atlet elite dunia dipastikan tampil pada nomor speed maupun boulder.

Indonesia datang dengan optimisme sekaligus tekanan untuk bangkit. Nama-nama seperti Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi masih menjadi tumpuan harapan publik untuk kembali berdiri di podium dunia.

Di balik target prestasi, perjuangan para atlet juga mencerminkan konsistensi pembinaan olahraga panjat tebing Indonesia yang terus bersaing di tengah dominasi negara-negara kuat dunia.*

Editor : Uray Ronald
#World Climbing Series Madrid 2026 #tim panjat tebing Indonesia #Desak Made Rita Kusuma Dewi #FPTI #Veddriq Leonardo