Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kesehatan Gigi dan Mulut

A'an • Jumat, 10 Januari 2025 | 11:23 WIB
Niken Adithia.
Niken Adithia.

Oleh: Niken Adithia

 

KESEHATAN mulut dan gigi memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika tidak terjaga, risiko terhadap penyakit atau masalah kesehatan lainnya akan meningkat. Mulut dan gigi merupakan bagian awal tubuh yang menerima makanan, cairan, dan juga salah satu organ yang terlibat dalam proses pencernaan.

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, sebelum kedua hal tersebut ditelan, makanan dan minuman akan terlebih dahulu masuk mulut. Meski tertelan, masih ada zat yang mengendap di dalam mulut. Zat yang mengendap tersebut bisa saja memiliki kandungan bakteri atau kotoran di dalamnya. Biasanya, pertahanan alami tubuh dan perawatan kesehatan mulut yang baik bisa menjaga bakteri tetap terkendali. Namun, bila bakteri dan kotoran tersebut dibiarkan mengendap, hal ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit atau kondisi medis tentu.

Kebersihan mulut sangat baik karena dari sinilah makanan masuk kedalam tubuh kita, kebersihan mulut dapat terlihat dari dalam mulut serta bau yang sehat. Ini berarti bahwa gigi bersih dan tidak ada sampah makanan. Gusi memiliki warna merah muda dan tidak sakit atau tidak berdarah saat  menyikat atau flossing.

Bau mulut bukanlah masalah konstan. Jika gusi terluka atau berdarah, saat menyikat atau flossing, atau mengalami bau mulut persisten. Segeralah pergi ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan karena setiap dari infeksi dari gigi dan gusi menunjukkan adanya masalah.  Salah satu hal yang paling penting yang dapat dilakukan untuk gigi dan gusi adalah menjaga kebersihan mulut dengan baik. Kesehatan gigi tidak hanya memberikan tampilan yang baik tetapi juga akan membuatnya terasa nyaman.

Kesehatan mulut sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Perawatan pencegahan harian untuk mencegah sakit gigi dapat anda mulai dengan rajin gosok gigi, flossing serta menghindari makanan yang dapat menimbulkan kerusakan pada gigi hal ini bertujuan untuk menghindari masalah di kemudian hari, perawatan dengan baik setiap hari akan mengurangi resiko menyakitkan dari sakit gigi hal ini sangat baik untuk dilakukan.

Lakukan kunjungan rutin pada dokter gigi, ada beberapa langkah sederhana yang kita masing-masing dapat ambil untuk mengurangi resiko gigi berlubang, penyakit gusi dan masalah gigi lainnya. Yakni, gosok gigi secara menyeluruh, membersihkan celah gigi menggunakan benang gigi dan obat kumur setidaknya dua kali sehari. Makan diet seimbang dan membatasi makanan ringan di antara waktu makan. Fluor Menggunakan produk gigi termasuk pasta gigi. Gunakan obat kumur fluoride jika dokter gigi Anda menyarankan. Demikian tadi artikel kesehatan gigi, dengan mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan untuk menjaga agar gigi anda sehat dan kuat.

Jika anda mengalami sakit gigi silahkan menuju postingan yang berjudul obat sakit gigi untuk membantu meringankan sakit gigi yang diderita sebelum anda mendapatkan perawatan dari ahlinya.

Kesehatan gigi dan mulut tidak bisa diabaikan, karena menjadi faktor pendukung utama dalam pemenuhan asupan gizi. Gigi dan mulut merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh. Gigi yang tidak sehat akan berpengaruh kepada asupan gizi yang masuk dalam tubuh sehingga menyebabkan kondisi kesehatan yang tidak baik.

Gigi berguna untuk mengucapkankata-katadengan jelas saat berbicara, penampilan/tersenyum, gigi seri untuk memotong, gigi taring untuk mencabik/menyobek, gigi geraham untuk menghaluskan makanan. Setiap orang akan mempunyai 1  set gigi susu (sejumlah 20 buah), dan akan digantikan dengan 1  set gigi tetap (sejumlah 32 buah), yang merupakan gigi terakhir yang akan digunakan seumur hidup. Gigi susu pertama tumbuh pada usia 6-7 bulan (gigi seri). Gigi susu terakhir akan tumbuh pada usia 2 tahun dan diganti dengan gigi tetap pada periode usia 6-12 tahun.

Gigi susu berguna untuk menuntun tumbuhnya gigi tetap, sebelum gigi susu tersebut tanggal sesuai dengan waktunya. Bila gigi susu tanggal sebelum waktunya, gigi tetap akan tumbuh, namun tidak pada tempatnya dan menyebabkan letak gigi tidak beraturan/menumpuk dengan gigi lainnya. Oleh sebab itu gigi susu juga harus dijaga supaya tidak berlubang.

Pertumbuhan gigi sulung merupakan proses penting dalam pertumbuhan anak. Apabila anak mengalami masalah pada rongga mulut, maka anak akan sulit mencerna makanan. Oleh karena itu, pertumbuhan anak pun akan mengalami gangguan. Selain sebagai fungsi pengunyahan, gigi geligi juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap fungsi bicara. Kemampuan fonetik atau pelafalan pada anak membutuhkan bantuan dari gigi sulung.

Gigi sulung pun berperan besar dalam fungsi estetika. Saat anak sudah mulai sadar dan memperhatikan penampilan, apabila terdapat kerusakan pada gigi akan mempengaruhi rasa percaya diri anak, sehingga enggan untuk membuka mulut saat berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Gigi tetap yang pertama kali tumbuh adalah gigi geraham pada usia 6 tahun.

Gigi  tetap terakhir tumbuh pada usia sekitar 18 tahun. Gigi geraham  tetap yang pertama kali tumbuh tidak menggantikan gigi susu, tumbuhnya tepat di belakang gigi geraham susu. Bila gigi tetap rusak, tidak akan ada lagi yang menggantikannya.**

 

*Penulis adalah mahasiswa Administrasi Kesehatan ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Editor : A'an
#Kesehatan mulut dan gigi