Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kalbar Berkilau Dengan Energi Hijau Untuk Pembangunan Yang Memukau

Miftahul Khair • Senin, 29 September 2025 | 10:40 WIB
Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA
Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA

Oleh: Thamrin Usman*

Kalimantan Barat berdiri sebagai permata yang memancarkan sinar kemajuan di kancah energi hijau, menggabungkan kekayaan alam dan teknologi untuk menata masa depan industri berkelanjutan. Dua sumber utama yang menjadi pijakan adalah cadangan mineral Uranium(U) dan Thorium(Th) serta komoditas kelapa sawit yang melimpah. Kedua aset ini menjadi kekuatan penggerak utama dalam transformasi energi dan pengembangan industri hijau yang inklusif dan berdampak luas.

Listrik Dari Sumber Bersih

Dengan kebutuhan energi listrik di Kalimantan Barat yang diproyeksikan mencapai sekitar 250 MWh per tahun, cadangan Uranium dan Thorium diperkirakan dapat menyuplai energi hijau selama lebih dari 260 tahun mewujudkan ketersediaan energi berkelanjutan jangka panjang yang akan menopang seluruh aktivitas sosial dan industri. Energi nuklir ini tidak sekadar menjadi sumber listrik, tetapi membuka peluang pengembangan teknologi tinggi seperti elektrolisis air untuk menghasilkan gas hidrogen sebagai bahan bakar hijau transportasi dan oksigen untuk sektor kesehatan dan industri, memperluas manfaat energi hijau ke berbagai ranah kehidupan masyarakat.

Bauksit Emas Coklat

Sumber daya mineral lain seperti bauksit di Kalbar mendukung hilirisasi industri aluminium yang membutuhkan suplai listrik besar. Energi nuklir dari uranium dan thorium sangat tepat untuk mendukung proses produksi alumina,Polyaluminium Chlorida(PAC) hingga ke logam Aluminium(Al). Pada saat yang sama, industri semen di Kalbar yang menggunakan alumina, pasir silika, pasir zirkon dan ferrit lokal, dengan tambahan bahan seperti CaCO3 dan gypsum dari wilayah lain, dapat menghasilkan produk semen berkualitas kompetitif. Gas CO2 dari proses semen dan sumur minyak blok Sambas-Natuna yang mengandung CO2 dan Minyak Bumi fifty-fifty dapat dimanfaatkan untuk industri pupuk urea dan metanol, kedua industri strategis ini juga membutuhkan listrik hijau dari pembangkit nuklir menunjukkan integrasi ekosistem industri hijau yang penuh sinergi.

Sawit Kalbar

Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan produksi kelapa sawit yang besar, dilaporkan menghasilkan sekitar 5,4 juta ton CPO per tahun dari luas areal perkebunan lebih dari 327 ribu hektar dengan produktivitas sekitar 3 ton CPO per hektar. Produksi sawit ini menimbulkan limbah padat dan cair yang sangat potensial sebagai sumber energi hijau. Limbah padat berupa tandan kosong sawit (tankos) dan cangkang sawit mencapai sekitar 230 kg dan 65 kg per ton tandan buah segar, masing-masing, dengan nilai kalor tinggi sekitar 4151 kal/gr untuk tandan kosong, menjadikannya calon unggul sebagai biomassa untuk substitusi batu bara dalam cofiring pembangkit listrik PLN. Pemanfaatan limbah padat ini dapat mendukung penyediaan listrik hijau sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Limbah Cair Sawit

Limbah cair sawit atau Palm Oil Mill Effluent(POME) dari produksi sawit di Kalbar yang mencapai lebih dari 56 juta meter kubik setiap tahun, dengan karakteristik COD sebesar 51.000 ppm, menjadi sumber utama produksi biogas metana. Biogas ini terbukti mampu menghasilkan listrik hijau signifikan, cukup untuk menopang proses hilirisasi sawit seperti produksi biodiesel dan biosolar serta aktivitas industri lain di provinsi ini. Dengan demikian, energi hijau dari biogas POME memperkuat ketahanan energi regional sekaligus mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

Insentif Carbon Trading

Insentif carbon trading merupakan mekanisme pasar untuk memperdagangkan kredit karbon yang timbul dari pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Dalam konteks Kalimantan Barat, potensi besar energi hijau dari sumber nuklir (uranium, thorium) dan biomassa sawit (limbah padat dan POME) dapat menghasilkan kredit karbon yang dapat diperjualbelikan melalui skema carbon trading nasional maupun internasional.

Baca Juga: Ketika Hakim Tak Sekadar Corong Undang-undang

Manfaat carbon trading untuk Kalbar:

Pendanaan tambahan untuk proyek energi hijau: Pendapatan dari perdagangan karbon dapat menjadi insentif finansial yang mempercepat investasi dalam teknologi energi terbarukan dan efisiensi energi.

Penghargaan atas pengurangan emisi: Proyek seperti pemanfaatan biogas POME dan cofiring biomassa pada pembangkit listrik mendapatkan pengakuan formal melalui kredit karbon yang dapat dijual.

Mendorong hilirisasi industri rendah karbon: Industri semen, alumina, pupuk urea, dan biodiesel yang menggunakan listrik hijau akan memiliki nilai lebih dalam pasar carbon trading karena mengurangi jejak karbon produk akhirnya.

Penguatan reputasi dan daya saing Kalbar: Reputasi sebagai daerah yang berhasil mengintegrasikan energi hijau dan ekonomi rendah karbon akan meningkatkan daya tarik investasi dan dukungan regulasi.

Kesimpulan

Dengan kolaborasi energi nuklir dari uranium dan thorium yang melimpah serta energi hijau terbarukan dari seluruh jenis limbah sawit, Kalimantan Barat berdiri kokoh sebagai kawasan energi hijau terintegrasi. Energi ini tidak hanya menyuplai listrik bersih, tetapi menjadi katalis pembangunan industri hilirisasi yang berdaya saing dan ramah lingkungan. Dari pembangkit listrik hingga bahan bakar hijau, semen sampai pupuk, Kalbar bertransformasi menjadi model pembangunan berkelanjutan dengan sentuhan inovasi dan kearifan lokal.

Dengan skema carbon trading yang optimal menciptakan sumber pendapatan baru dari perdagangan karbon.

Ini memperkuat transformasi Kalbar sebagai model pembangunan hijau berkelanjutan dan berdaya saing, memadukan kemajuan teknologi, potensi alam, dan insentif ekonomi dalam satu ekosistem industri energi ramah lingkungan.

Kalbar benar-benar berkilau dengan energi hijau untuk Pembangunan yang Memukau,sebuah manifestasi nyata dari sinergi sumber daya alam, teknologi, dan semangat kemajuan yang membahana, membuka lembaran baru bagi pembangunan Indonesia yang lestari, maju, dan inklusif. Pembangunan berkelanjutan bukan lagi sekadar impian, tetapi kenyataan yang dirangkai dengan tekad dan potensi luar biasa Kalimantan Barat.

*Guru Besar Kimia Agroindustri Untan, Ketua Wanhat ICMI Orwil Kalbar dan Ketua Hebitren Kalbar

Editor : Miftahul Khair
#opini #pembangunan #energi hijau