Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Marhaban ya Ramadan

Hanif PP • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:57 WIB

Baharuddin, S.Sos.I, M.Si, C.SE., C.PS., C.GMC.,C.MTr., C.MC., C.TMP.
Baharuddin, S.Sos.I, M.Si, C.SE., C.PS., C.GMC.,C.MTr., C.MC., C.TMP.

Oleh: Baharuddin, S.Sos.I, M.Si, C.SE., C.PS., C.GMC.,C.MTr., C.MC., C.TMP.*

Selamat datang, wahai bulan suci yang penuh berkah, bulan ibadah yang paling dinanti seluruh umat Islam di seluruh dunia. Menghadirkan suasana yang berbeda, lebih teduh, lebih damai, dan lebih mendekatkan hati pada nilai-nilai ketakwaan.

Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah kehidupan, tempat setiap insan ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih peduli terhadap sesama. Dalam setiap terbit fajar hingga terbenam matahari, kita belajar mengendalikan diri, menjaga lisan, serta menata hati agar tetap bersih dari prasangka dan amarah.

Menyambut Ramadan berarti menyiapkan diri lahir dan batin. Membersihkan hati dari iri dan dengki, memperbaiki hubungan yang renggang, serta meluruskan niat dalam beribadah. Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan langkah kepada Sang Pencipta.

Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 183 Allah. “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Dalam surah ini, Allah menegaskan bahwa puasa pada bulan suci Ramadan diwajibkan bagi orang-orang yang beriman sebagai jalan menuju ketakwaan. Momentum ini menjadi sangat berharga dan bernilai tinggi untuk dijalankan dengan penuh hikmah dan khusyuk agar kita dapat meraih derajat takwa di hadapan Allah SWT.

Bulan suci Ramadan adalah bulan yang senantiasa dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Kehadirannya membawa suasana yang berbeda lebih tenang, lebih hangat, dan lebih sarat makna.

Ramadan adalah momentum istimewa untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Ramadan dikenal sebagai syahrul barakah, bulan yang penuh keberkahan. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Pada bulan ini pula Alquran diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi hadiah terindah bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Di bulan yang mulia ini, pintu-pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bacaan Alquran menggema di masjid dan rumah-rumah, shalat tarawih menghidupkan malam, dan doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Ramadan juga menghadirkan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan hal ini meruakan sebuah kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin meraih ampunan dan ridha Allah SWT.

Puasa yang dijalankan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat mengurangi nilai ibadah: amarah, perkataan sia-sia, hingga perbuatan yang tidak bermanfaat. Inilah latihan spiritual yang membentuk pribadi lebih sabar, ikhlas, dan penuh empati.

Ramadan mengajarkan kita untuk merenung dan mengevaluasi perjalanan hidup. Di tengah kesibukan dunia, sering kali kita lalai terhadap tujuan utama penciptaan kita. Ramadan hadir sebagai  pengingat untuk kembali kepada fitrah membersihkan hati, memperbaiki hubungan  dengan Allah, serta mempererat silaturahmi dengan sesama.

Ramadan lebih bermakna, persiapan perlu dilakukan sejak dini. Persiapan itu bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Membersihkan hati dari rasa iri dan dendam, meluruskan niat, serta menyusun target ibadah menjadi langkah awal yang baik.

Mari kita sambut Ramadan dengan rasa syukur dan kegembiraan. Jadikan bulan ini sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Semoga setiap detik yang kita jalani di bulan suci ini bernilai ibadah dan membawa keberkahan dalam hidup kita. Semoga buan suci Ramadan dapat kita laksanakan dengan penuh keikhlasan serta khusuk serta menharapakan ridho dan berkahnya Allah SWT. Selamat menjalan ibah puasa bulan Suci Ramadan semiga kita mencapai ketaqwaan. Amin Ya Rabbal Alamin.**

 

*Penulis adalah dosen PNS prodi MBS FEBI IAIN Pontianak; Direktur Rumah Literasi FEBI IAIN Pontianak; anggota Pengurus Wilayah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Kalimantan Barat.

Editor : Hanif
#lailatul qadar #takwa #ramadan fair #Madrasah Kehidupan