Kebijakan Sederhana dengan Dampak Besar

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:37 WIB
Bayu, M.Pd
Bayu, M.Pd

Oleh: Dr. Bayu, M.Pd.*

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar awal tahun ajaran, tetapi juga menjadi momen penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Imbauan agar ayah turut mengantar anak ke sekolah pada hari pertama merupakan kebijakan sederhana yang memiliki makna mendalam dalam memperkuat peran keluarga dalam pendidikan.

Kehadiran ayah memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta menghadirkan dukungan emosional bagi anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru. Bagi anak-anak yang baru memulai jenjang pendidikan, kehadiran ayah menjadi simbol bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas ibu maupun pihak sekolah.

Di sisi lain, kebijakan ini juga membawa pesan sosial bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan perlu terus diperkuat. Selama ini, urusan pendidikan anak sering kali lebih banyak dibebankan kepada ibu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memberikan kontribusi positif terhadap motivasi belajar, kedisiplinan, pembentukan karakter, serta perkembangan sosial dan emosional anak.

Bagi sekolah, momen ini menjadi kesempatan untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan keluarga sejak hari pertama. Komunikasi antara sekolah dan orang tua dapat terjalin lebih baik sehingga tercipta sinergi dalam mendukung proses belajar anak.

Tentu saja, pelaksanaan kebijakan ini juga perlu mempertimbangkan kondisi setiap keluarga. Tidak semua ayah memiliki kesempatan untuk hadir karena tuntutan pekerjaan, kondisi kesehatan, atau alasan lainnya. Oleh karena itu, kebijakan ini sebaiknya dipahami sebagai ajakan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, bukan sebagai kewajiban yang menimbulkan tekanan maupun penilaian terhadap keluarga yang tidak dapat melaksanakannya.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas sekolah, tetapi juga oleh kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Momen sederhana ketika seorang ayah menggandeng tangan anaknya menuju gerbang sekolah dapat menjadi awal yang baik dalam menanamkan semangat belajar, rasa percaya diri, serta keyakinan bahwa anak tidak berjalan sendiri dalam meraih masa depannya.**

 

*Penulis adalah dosen Manajemen dan Kebijakan Pendidikan, Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS).

Editor : Rafael B. Junior
hari pertama sekolah kehadiran ayah pendidikan dukungan emosional pendidikan anak