Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Astra Motor Kalbar Edukasi Teknik Aman Berkendara Berboncengan

Ashri Isnaini • Kamis, 9 April 2026 | 11:54 WIB
Pelatihan safety riding: pengendara motor melatih keseimbangan dan kontrol kendaraan di lintasan kerucut untuk berkendara lebih aman.
Pelatihan safety riding: pengendara motor melatih keseimbangan dan kontrol kendaraan di lintasan kerucut untuk berkendara lebih aman.

PONTIANAK POST — Berkendara sepeda motor secara berboncengan menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat di Kalimantan Barat. Namun, kondisi ini membawa konsekuensi berupa bertambahnya beban kendaraan yang dapat memengaruhi keseimbangan dan jarak pengereman.

Astra Motor Kalbar mengingatkan pentingnya pemahaman teknis dalam berkendara berboncengan guna meminimalkan risiko kecelakaan. Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalbar, Febri Andrian, menekankan bahwa kemampuan memprediksi potensi bahaya di jalan menjadi kunci utama.

“Prediksi bahaya adalah kemampuan membaca situasi jalan untuk mengantisipasi risiko sebelum terjadi. Ini sangat penting saat berkendara dengan beban lebih berat,” kata Febri.

Menurut dia, kondisi jalan yang tidak selalu ideal seperti berlubang atau sempit menuntut pengendara untuk lebih waspada. Pengendara perlu mengatur kecepatan sejak awal dan menghindari pengereman mendadak yang dapat mengganggu keseimbangan motor.

Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat, Chrystian David, mengatakan keselamatan berkendara saat berboncengan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengendara, tetapi juga penumpang.

“Kami ingin setiap perjalanan berlangsung aman dengan prinsip #Cari_aman. Pengendara dan penumpang harus sama-sama memahami perannya dalam menjaga keselamatan,” ujarnya.

Astra Motor Kalbar membagikan sejumlah panduan berkendara berboncengan, terutama saat menghadapi medan sulit. Pengendara diminta mengurangi kecepatan sebelum melewati jalan berlubang serta menjaga posisi tubuh tetap stabil. Saat melintasi jalur sempit atau titian papan, keseimbangan menjadi faktor utama dengan menjaga putaran gas tetap konstan dan pandangan fokus ke depan.

Selain itu, posisi penumpang juga harus diperhatikan. Penumpang disarankan duduk menghadap ke depan dan berpegangan pada pengendara, serta menghindari posisi menyamping yang berisiko mengganggu keseimbangan.

Penggunaan perlengkapan berkendara seperti helm berstandar nasional, jaket, dan sepatu juga menjadi hal yang wajib. Pemeriksaan kondisi kendaraan, terutama tekanan angin ban dan suspensi, dinilai penting untuk memastikan stabilitas saat membawa beban tambahan.

“Dan tentunta Astra Motor Kalimantan Barat akan terus mendorong edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat membangun budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab di jalan raya,” tutup  Chrystian David. (ash)

Editor : Hanif
#teknik aman berkendara #kecelakaan #edukasi #Astra Motor Kalbar #keselamatan