PONTIANAK POST - Industri otomotif global terus berubah dengan cepat, memaksa produsen besar menata ulang strategi bisnisnya.
Dilansir dari Carscoops, Volkswagen Group kini mengambil langkah besar dengan memangkas portofolio model global hingga 50 persen pada 2030 untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di berbagai pasar.
Dewan Eksekutif Volkswagen Group mengumumkan rencana masa depan yang mencakup pengurangan jumlah model secara bertahap, penyederhanaan struktur bisnis, serta efisiensi operasional.
Baca Juga: Audi, Porsche, hingga Lamborghini Ikut Terdampak Restrukturisasi Volkswagen
Langkah ini merupakan bagian dari proses “penataan ulang fundamental” yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Perusahaan menyebut telah mencapai target utama di bidang produk, teknologi, dan wilayah operasi. Namun, Volkswagen menilai masih diperlukan langkah lanjutan agar grup menjadi lebih tangguh, efisien, dan lincah.
Target Laba 8–10 Persen
Baca Juga: Setelah Dikembangkan 18 Tahun, Ban AirFree Akhirnya Digunakan Secara Komersial
CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz menjelaskan bahwa restrukturisasi dilakukan untuk menurunkan biaya dan meningkatkan tingkat keuntungan menuju target 8–10 persen.
Volkswagen tidak hanya memangkas jumlah model, tetapi juga berencana mengurangi kompleksitas bisnis hingga 75 persen. Caranya dengan mengurangi variasi mesin, trim, paket perlengkapan, serta menghapus struktur paralel yang membuat beberapa merek melakukan pengembangan teknik yang sama.
Perusahaan juga akan menyesuaikan kapasitas produksi global menjadi sekitar 9 juta kendaraan per tahun, sejalan dengan permintaan pasar dan tingkat persaingan.
Model yang Diperkirakan Tetap Bertahan
Meski Volkswagen belum menyebut model yang akan dihentikan, perusahaan menegaskan bahwa jajaran masa depan akan difokuskan pada segmen pasar yang paling menarik.
Model yang memiliki penjualan besar diperkirakan tetap dipertahankan, seperti Volkswagen Polo, Volkswagen Golf, Volkswagen T-Roc, dan Volkswagen Tiguan.
Sebaliknya, model dengan pasar lebih sempit diperkirakan terancam dihentikan, termasuk Volkswagen T-Roc Cabriolet dan Volkswagen ID.5.
Volkswagen juga disebut sedang meninjau ulang model lain yang memiliki posisi pasar tumpang tindih, seperti Volkswagen Taigo dan Volkswagen T-Cross.
Potensi Pengurangan Karyawan dan Penutupan Pabrik
Restrukturisasi juga berpotensi berdampak pada tenaga kerja. Sumber internal menyebut Volkswagen sedang mempertimbangkan pengurangan hingga 100.000 pekerja serta penutupan empat pabrik di Jerman.
Baca Juga: Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026
Jika terealisasi, langkah tersebut disebut sebagai salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif. (*)
Editor : Chairunnisya