PONTIANAK POST - Perkembangan teknologi otomotif membuat standar performa mobil berubah drastis.
Jika pada era 1980-an Ferrari dan Lamborghini menjadi simbol kecepatan, kini sebuah SUV listrik keluarga mampu mengungguli keduanya dalam adu akselerasi.
Dilansir dari Carscoops, Skoda membuktikan hal tersebut dengan mempertemukan model tercepatnya, Skoda Elroq vRS, melawan tiga mobil sport legendaris era 1980-an dalam balapan lurus atau drag race.
Baca Juga: Volkswagen Fokus pada Model Terlaris dalam Restrukturisasi Besar Hingga 2030
Lawan yang dihadirkan bukan mobil sembarangan, melainkan Ferrari Testarossa, Lamborghini Countach 25th Anniversary, dan Porsche 944 Turbo.
SUV Listrik Menang Telak
Pada masanya, ketiga mobil sport tersebut dikenal sebagai ikon performa jalan raya. Namun, torsi instan yang dimiliki motor listrik membuat hasil balapan kali ini berbeda.
Skoda Elroq vRS berhasil finis paling cepat dengan catatan waktu 19,19 detik.
Baca Juga: Audi, Porsche, hingga Lamborghini Ikut Terdampak Restrukturisasi Volkswagen
Ferrari Testarossa menyusul di posisi kedua dengan waktu 20,08 detik, diikuti Lamborghini Countach 21,22 detik, sementara Porsche 944 Turbo mencatat 22,10 detik.
Meski tidak diketahui seberapa agresif pengemudi mengendarai mobil-mobil klasik tersebut demi menjaga kondisi koplingnya, urutan finis dinilai cukup menggambarkan kemampuan akselerasi masing-masing kendaraan.
Supercar Klasik Tetap Unggul Soal Kecepatan Maksimum
Meski kalah dalam adu akselerasi, ketiga supercar klasik tersebut masih memiliki keunggulan dalam kecepatan puncak.
Baca Juga: Setelah Dikembangkan 18 Tahun, Ban AirFree Akhirnya Digunakan Secara Komersial
Skoda membatasi kecepatan maksimum Elroq vRS pada 179 km/jam.
Sebagai perbandingan, Porsche 944 Turbo mampu mencapai 261 km/jam, Ferrari Testarossa 290 km/jam, sedangkan Lamborghini Countach 25th Anniversary dapat melesat hingga 303 km/jam.
Artinya, pada lintasan yang lebih panjang, ketiga mobil sport tersebut berpeluang meninggalkan SUV listrik tersebut.
Performa Modern Berkat Motor Listrik
Skoda Elroq vRS menggunakan sistem penggerak semua roda (AWD) dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 335 hp.
Tenaga tersebut memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 5,4 detik.
Sebagai pembanding, Lamborghini Countach menggunakan mesin V12 5,2 liter bertenaga 449 hp, Ferrari Testarossa mengandalkan mesin flat-12 4,9 liter dengan tenaga 385 hp, sedangkan Porsche 944 Turbo memakai mesin empat silinder turbo 2,5 liter yang menghasilkan 247 hp ketika pertama kali dipasarkan.
Lebih Praktis untuk Penggunaan Harian
Selain unggul dalam akselerasi, Skoda Elroq vRS juga menawarkan kepraktisan sebagai kendaraan keluarga.
SUV listrik ini memiliki kabin berkapasitas lima penumpang serta ruang bagasi berukuran 470 liter. Sistem Dynamic Chassis Control juga menjadi perlengkapan standar yang mendukung kenyamanan berkendara sehari-hari.
Meski memiliki bodi lebih besar dibanding ketiga mobil sport klasik tersebut, Elroq vRS memiliki koefisien hambatan udara 0,26 Cd, sehingga lebih aerodinamis.
Sensasi Mesin V12 Tetap Sulit Tergantikan
Meski mampu mengalahkan supercar legendaris dalam adu akselerasi, mobil listrik tetap memiliki satu kekurangan yang sulit ditutupi.
Suara mesin V12 khas Ferrari dan Lamborghini masih menghadirkan sensasi emosional yang tidak dapat digantikan oleh motor listrik yang bekerja nyaris tanpa suara.
Begitu pula dari sisi desain. Selera memang berbeda-beda, tetapi Ferrari Testarossa, Lamborghini Countach, maupun Porsche 944 Turbo tetap menjadi ikon otomotif yang memiliki daya tarik tersendiri.
Namun satu hal yang kini tak terbantahkan, sebuah SUV listrik keluarga modern mampu berlari lebih cepat daripada sejumlah supercar paling terkenal dari era 1980-an dalam lintasan pendek. (*)
Editor : Chairunnisya