PONTIANAK POST - BYD akan memperluas ekspansinya di Jepang dengan meluncurkan Racco pada 28 Juli 2026.
Model ini menjadi mobil listrik mungil pertama BYD yang dirancang khusus untuk memasuki segmen kei car, pasar kendaraan kompak yang selama ini didominasi produsen lokal Jepang.
Dilansir dari Carnewschina, Racco dikembangkan dengan dimensi yang memenuhi regulasi kei car di Jepang, yakni panjang maksimal 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi sekitar 1.655 mm.
Mobil ini mengusung desain berbentuk kotak untuk memaksimalkan ruang kabin meski memiliki ukuran yang ringkas.
Baca Juga: BYD Qin Max Resmi Diperkenalkan, Andalkan Pengisian Daya Super Cepat Hanya 9 Menit
Dirancang Khusus untuk Regulasi Kei Car
Berbeda dengan model global lainnya, BYD merancang Racco agar sepenuhnya memenuhi ketentuan kendaraan kei car di Jepang. Segmen ini dikenal sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di negara tersebut.
Mobil listrik ini menggunakan motor listrik bertenaga 47 kW atau sekitar 63 hp, sesuai batas tenaga yang berlaku untuk kendaraan kei car di Jepang.
Jarak Tempuh 320 Kilometer
Baca Juga: BYD Denza Z Dibanderol Rp1,6 Miliar di China, Tembus Rp3 Miliar di Luar Negeri
Sumber tenaga Racco berasal dari Blade Battery milik BYD yang diklaim mampu menghadirkan jarak tempuh hingga 320 kilometer berdasarkan standar WLTC Jepang.
Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC yang memungkinkan baterai terisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Selain itu, tersedia fitur Vehicle-to-Load (V2L) sehingga baterai kendaraan dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik eksternal.
Siap Bersaing dengan Merek Jepang
Baca Juga: BYD Ti7 PHEV Bakal Pakai Baterai 50 kWh, Jarak Tempuh Listrik Tembus 230 Km
BYD diperkirakan akan membanderol Racco sekitar 2,5 juta yen atau sekitar 17.000 dolar AS. Dengan harga tersebut, mobil ini akan bersaing langsung dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, serta produk listrik di segmen kei car dari Suzuki.
Peluncuran Racco menjadi langkah penting BYD dalam memperluas bisnis kendaraan listrik di Jepang. Sebelumnya, perusahaan telah memasarkan Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7 di negara tersebut.
Menurut laporan tersebut, pasar kei car menyumbang sekitar 35 persen dari total penjualan mobil baru di Jepang.
Dengan menghadirkan kendaraan yang dirancang sesuai regulasi lokal, BYD berharap dapat memperluas pangsa pasarnya di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik berukuran kompak. (*)
Editor : Chairunnisya