PONTIANAK POST - Toyota kembali memperluas program recall untuk pikap Toyota Tundra bermesin V35A V6 twin-turbo di Amerika Utara.
Penambahan ini membuat total kendaraan yang terdampak dari tiga gelombang recall mencapai hampir 250.000 unit, setelah sebelumnya perusahaan telah mengumumkan dua recall serupa pada 2024 dan 2025.
Dilansir dari Carbuzz, recall terbaru mencakup sekitar 44.000 unit Toyota Tundra model tahun 2024 di Amerika Serikat.
Baca Juga: Infiniti Q45 Jadi Sedan Pertama dengan Suspensi Aktif, Teknologinya Mendahului Zaman
Toyota menemukan bahwa serpihan sisa proses permesinan (machining debris) di dalam mesin masih berpotensi tertinggal meski proses produksi telah diperketat.
Kotoran tersebut dapat merusak bearing utama (main bearing) mesin sehingga memicu suara ketukan, mesin berjalan kasar, sulit dihidupkan, hingga mati mendadak saat kendaraan digunakan.
Menurut Toyota, kerusakan tersebut dapat menyebabkan hilangnya tenaga penggerak (loss of motive power) ketika kendaraan melaju, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca Juga: Biodiesel B50 Diklaim Cocok untuk Mesin Toyota hingga Mercedes, Bahlil: Sudah Uji Jalan Enam Bulan
Program recall terbaru merupakan perluasan dari dua kampanye sebelumnya. Recall pertama diumumkan pada Mei 2024 untuk sekitar 102.000 kendaraan, sedangkan recall kedua dilakukan pada November 2025.
Dengan tambahan sekitar 44.000 unit pada 2026, jumlah kendaraan yang terdampak secara keseluruhan mendekati 250.000 unit.
Toyota menjelaskan bahwa mesin pada kendaraan yang direcall diproduksi setelah penerapan prosedur tambahan untuk membersihkan serpihan logam selama proses manufaktur.
Namun, hasil investigasi menunjukkan sisa material yang masih tertinggal tetap dapat menyebabkan kerusakan pada bearing utama nomor satu. Untuk produksi berikutnya, Toyota telah menggunakan desain bearing yang diperbarui agar lebih tahan terhadap kemungkinan adanya sisa serpihan tersebut.
Pabrikan Jepang itu menyatakan solusi perbaikan masih dalam tahap finalisasi.
Nantinya dealer akan memeriksa kondisi bearing utama menggunakan perangkat lunak diagnostik dan data operasional kendaraan.
Apabila ditemukan indikasi kerusakan, mesin akan diperbaiki atau diganti tanpa biaya kepada pemilik kendaraan.
Baca Juga: Toyota Memuncak, Tapi China Menggeliat, Penjualan Mobil Juni 2025 Bikin Kaget
Toyota juga menyebut pelaksanaan perbaikan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan usia penggunaan kendaraan.
Sementara menunggu ketersediaan solusi resmi, pemilik yang mengalami gejala seperti suara mesin tidak normal, tenaga menurun, atau mesin mati mendadak diminta segera menghubungi dealer Toyota terdekat.
Untuk recall yang diumumkan pada Mei 2024, Toyota menyatakan lebih dari 77.000 kendaraan telah diperbaiki menggunakan mesin dengan bearing generasi terbaru.
Perusahaan mengimbau seluruh pemilik kendaraan yang terdampak untuk mengikuti program recall setelah menerima pemberitahuan resmi. (*)
Editor : Chairunnisya