PONTIANAK POST - Jaguar Land Rover (JLR) untuk pertama kalinya mengizinkan media menguji Range Rover Sport Electric dalam bentuk prototipe praproduksi.
SUV listrik mewah ini mempertahankan karakter khas Range Rover, tetapi kini dipadukan dengan sistem penggerak listrik yang diklaim memberikan pengalaman berkendara lebih halus, senyap, dan responsif.
Dilansir dari CarBuzz, secara tampilan, Range Rover Sport Electric hampir tidak berbeda dari model bermesin bensin maupun diesel.
Baca Juga: Land Rover Defender Diesel Ini Dibanderol Rp5,6 Miliar, Mesin Asli Tetap Dipertahankan
Perubahan hanya terlihat pada desain velg 22 inci, grille depan yang sedikit lebih tertutup untuk meningkatkan aerodinamika, serta penyempurnaan pada bumper belakang.
Menurut JLR, pendekatan tersebut dilakukan agar pelanggan tetap memperoleh identitas desain khas Range Rover.
SUV listrik ini dibangun menggunakan platform MLA (Modular Longitudinal Architecture) yang sejak awal dirancang untuk mendukung mesin pembakaran internal, plug-in hybrid, maupun kendaraan listrik murni.
Paket baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 118 kWh ditempatkan di lantai kendaraan dalam konfigurasi dua lapis dan diproduksi di fasilitas JLR di Wolverhampton, Inggris.
Range Rover Sport Electric menggunakan dua motor listrik hasil pengembangan internal JLR dengan tenaga gabungan mencapai 542 hp.
Kedua motor memiliki spesifikasi yang sama, tetapi dipasang dengan orientasi berbeda untuk mengoptimalkan ruang kabin dan bagasi.
Baca Juga: Biodiesel B50 Diklaim Cocok untuk Mesin Toyota hingga Mercedes, Bahlil: Sudah Uji Jalan Enam Bulan
Sistem penggerak tersebut menghasilkan distribusi tenaga 50:50 antara roda depan dan belakang.
Meski mengusung penggerak listrik penuh, JLR menegaskan kemampuan off-road tetap menjadi prioritas.
Tidak lagi menggunakan transfer case maupun differential lock mekanis, kendaraan mengandalkan perangkat lunak untuk mengatur distribusi torsi secara presisi sesuai kondisi medan.
Pada mode Rock Crawl, prototipe mampu menanjak di lintasan curam dengan memanfaatkan torsi instan motor listrik tanpa kesulitan berarti.
Di jalan raya, Auto Express menilai karakter berkendara Range Rover Sport Electric terasa lebih tenang dibanding versi plug-in hybrid.
Pusat gravitasi yang lebih rendah membuat SUV ini lebih stabil saat bermanuver, sementara sistem one-pedal driving dan pengereman regeneratif bekerja halus hingga kendaraan berhenti sepenuhnya tanpa hentakan.
Transisi antara pengereman regeneratif dan rem mekanis juga disebut hampir tidak terasa.
JLR belum mengungkap angka resmi akselerasi, jarak tempuh, maupun kecepatan pengisian daya.
Namun, Auto Express memperkirakan daya jelajahnya akan berada di bawah BMW iX5 yang diklaim mampu menempuh sekitar 525 mil (845 km) WLTP.
Faktor tersebut menjadi salah satu aspek yang masih menunggu konfirmasi sebelum peluncuran resmi.
Baca Juga: Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026
Meski demikian, media tersebut menilai sistem penggerak listrik sangat sesuai dengan karakter Range Rover sebagai SUV mewah.
Kabin menjadi lebih senyap, respons akselerasi instan, dan perpindahan tenaga terasa lebih mulus dibanding model bermesin pembakaran.
Auto Express menyebut pengalaman berkendara tersebut memberikan "a new sense of serenity" atau tingkat kenyamanan baru bagi Range Rover Sport.
Range Rover Sport Electric dijadwalkan meluncur bersamaan dengan Range Rover Electric dalam waktu dekat.
Kedua model akan dipasarkan berdampingan dengan varian bensin, diesel, dan plug-in hybrid sebagai bagian dari strategi elektrifikasi Jaguar Land Rover, bukan menggantikannya secara langsung. (*)
Editor : Chairunnisya