Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

BYD Target Salip Toyota dalam Lima Tahun, Tak Bergantung pada Pasar Amerika Serikat

Chairunnisya • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:25 WIB
BYD menargetkan posisi produsen mobil terbesar dunia dengan memperluas pasar kendaraan listrik dan hybrid secara global. (BYD)
BYD menargetkan posisi produsen mobil terbesar dunia dengan memperluas pasar kendaraan listrik dan hybrid secara global. (BYD)

PONTIANAK POST - Produsen kendaraan asal China, BYD, memasang target ambisius untuk menjadi perusahaan otomotif terbesar dunia dalam lima tahun ke depan.

Perusahaan meyakini posisi tersebut dapat dicapai meski tanpa mengandalkan pasar mobil penumpang Amerika Serikat.

Dilansir Carnewschina, dari pernyataan tersebut disampaikan oleh Stella Li, eksekutif BYD yang memimpin ekspansi global perusahaan.

Baca Juga: BYD Racco Hadir 28 Juli, Mobil Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh 320 Km

Menurutnya, strategi BYD akan berfokus pada pertumbuhan organik melalui penguatan pasar di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.

Ambisi BYD tersebut berarti perusahaan harus mengejar selisih besar dengan pemimpin industri otomotif dunia saat ini, Toyota.

BYD mencatat penjualan sekitar 4,5 juta kendaraan pada 2025, sementara Toyota masih berada di kisaran lebih dari 10 juta kendaraan per tahun.

Baca Juga: BYD Qin Max Resmi Diperkenalkan, Andalkan Pengisian Daya Super Cepat Hanya 9 Menit

Meski demikian, BYD menilai keunggulan teknologi kendaraan listrik, baterai, serta strategi harga kompetitif menjadi modal utama untuk mempercepat pertumbuhan.

Perusahaan sebelumnya juga menyatakan ingin menjadi produsen mobil terbesar dunia berdasarkan skala dalam waktu lima tahun.

Mengandalkan Eropa dan Asia Tenggara

Baca Juga: BYD Denza Z Dibanderol Rp1,6 Miliar di China, Tembus Rp3 Miliar di Luar Negeri

BYD tidak memasukkan pasar Amerika Serikat sebagai faktor utama dalam rencana pertumbuhannya.

Menurut Stella Li, perusahaan masih dapat mencapai target global dengan memperluas penetrasi di wilayah lain yang memiliki potensi besar untuk kendaraan listrik.

Di Eropa, BYD terus meningkatkan kehadirannya melalui berbagai model kendaraan listrik dan plug-in hybrid.

Pangsa pasar BYD di kawasan tersebut meningkat hingga mampu melewati beberapa merek besar seperti Ford, Tesla, dan Nissan pada periode tertentu.

Perusahaan juga memperkuat infrastruktur pendukung kendaraan listrik. BYD berencana membangun jaringan pengisian cepat di Eropa, termasuk investasi untuk menghadirkan ribuan titik pengisian daya hingga 2027.

Baca Juga: Kecelakaan Pertama BYD Seal 08 Perlihatkan Beda Kerusakan dengan Mobil Lawan Tabrakan

Selain Eropa, Asia Tenggara menjadi salah satu pasar penting bagi BYD.

Kawasan ini dinilai memiliki pertumbuhan kendaraan listrik yang cepat karena dukungan kebijakan pemerintah dan meningkatnya minat konsumen terhadap mobil listrik.

Tantangan di Pasar Domestik

Meski ekspansi global terus berjalan, BYD masih menghadapi tekanan di pasar domestik China.

Baca Juga: BYD Ti7 PHEV Bakal Pakai Baterai 50 kWh, Jarak Tempuh Listrik Tembus 230 Km

Persaingan antarprodusen kendaraan listrik semakin ketat setelah berkurangnya sejumlah insentif pemerintah dan meningkatnya perang harga.

Laporan industri menyebut BYD harus menjaga keseimbangan antara meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan keuntungan.

Pasar China tetap menjadi basis utama perusahaan, tetapi pertumbuhan internasional menjadi kunci untuk mencapai target menjadi produsen terbesar dunia.

Baca Juga: BYD Gaspol di Eropa, Delapan Kendaraan Baru Siap Debut di Goodwood Festival of Speed 2026

Selain kendaraan massal, BYD juga mulai memperkuat segmen premium melalui merek Denza.

Strategi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar dan menantang produsen mobil mewah seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Porsche.

Dengan kombinasi ekspansi global, teknologi baterai, jaringan pengisian cepat, serta diversifikasi produk, BYD berupaya mengubah persaingan industri otomotif dunia.

Namun, untuk benar-benar menyalip Toyota, perusahaan masih harus membuktikan kemampuan mempertahankan kualitas, layanan purnajual, dan kepercayaan konsumen dalam skala global. (*)

Editor : Chairunnisya
BYD vs Toyota BYD mobil listrik produsen mobil terbesar ekspansi otomotif China pasar mobil global