Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Volvo Pertimbangkan Sedan dan Wagon Listrik, Bisa Meluncur pada 2028

Chairunnisya • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:51 WIB
Volvo dikabarkan tengah mengembangkan sedan dan wagon listrik baru berbasis platform SPA3 untuk pasar global. (VOLVO)
Volvo dikabarkan tengah mengembangkan sedan dan wagon listrik baru berbasis platform SPA3 untuk pasar global. (VOLVO)

PONTIANAK POST - Volvo dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk kembali menghadirkan sedan dan station wagon di pasar Amerika Serikat dalam bentuk kendaraan listrik.

Kedua model tersebut diproyeksikan meluncur pada 2028, setelah Volvo menghentikan penjualan seluruh model sedan dan wagon bermesin pembakaran di negara tersebut.

Dilansir dari AutomotiveNews, laporan menyebutkan sedan dan wagon listrik itu saat ini tengah dikembangkan untuk pasar Eropa.

Baca Juga: Honda Hentikan Penjualan Prologue, Amerika Serikat Tanpa Mobil Listrik Honda pada 2027

Karena sudah dirancang untuk memenuhi standar global, proses homologasi untuk dipasarkan di Amerika Serikat dinilai tidak akan menghadapi hambatan berarti.

Volvo sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana produk tersebut.

Kedua model diperkirakan menggunakan platform SPA3, arsitektur kendaraan listrik generasi terbaru Volvo yang juga menjadi dasar bagi SUV EX60.

Baca Juga: Leapmotor B10 Debut dengan Platform 800V, Pengisian 16 Menit dan Jarak Tempuh 610 Km

Platform tersebut mengusung sistem kelistrikan 800 volt, mendukung pengisian daya cepat hingga sekitar 370 kW, serta dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan performa kendaraan listrik generasi berikutnya.

Jika dipasarkan, sedan tersebut diperkirakan menggunakan nama ES60, sementara versi wagon berpotensi memakai nama EV60.

Volvo juga disebut mempertimbangkan menghadirkan varian Cross Country untuk wagon, melanjutkan tradisi model berkarakter petualang yang telah lama menjadi ciri khas merek asal Swedia tersebut.

Dari sisi performa, kedua model diperkirakan mengadopsi teknologi yang serupa dengan EX60.

Artinya, tersedia pilihan sistem penggerak bermotor tunggal maupun ganda, dengan tenaga yang diperkirakan berkisar 369 hingga 612 hp, tergantung varian.

Daya jelajah diprediksi mendekati 400 mil atau sekitar 644 kilometer, meski angka resminya belum diumumkan.

Baca Juga: BYD Tang L EV Resmi Meluncur, SUV Listrik Baru Diklaim Mampu Tempuh 800 Km

Laporan tersebut juga menyebut harga awal sedan dan wagon listrik Volvo kemungkinan berada di kisaran USD 50.000.

Volvo disebut hanya menargetkan penjualan sekitar 10.000 unit per tahun untuk kedua model tersebut di Amerika Serikat, sehingga keduanya diposisikan sebagai produk niche di segmen premium.

Rencana tersebut menandai perubahan arah setelah Volvo sebelumnya menghentikan penjualan S90, V90, V90 Cross Country, V60, dan V60 Cross Country di Amerika Serikat, sehingga lini produknya di negara itu didominasi SUV dan crossover.

Baca Juga: Volvo EX90 Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik Premium Rp2,5 Miliar Dibekali Teknologi Super Canggih

Sebelumnya, CEO Volvo Håkan Samuelsson juga menyatakan bahwa pasar otomotif kemungkinan telah "terlalu jauh" bergantung pada SUV.

Menurutnya, dalam beberapa tahun ke depan pasar premium akan kembali menghadirkan pilihan bodi yang lebih beragam, termasuk sedan dan wagon, seiring perubahan preferensi konsumen.

Apabila rencana tersebut terealisasi, Volvo akan kembali ke segmen yang selama puluhan tahun menjadi identitas merek tersebut.

Baca Juga: Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia: Analisis Reviewer Otomotif Mengenai Harga Murah dan Dominasi Brand Cina

Kehadiran sedan dan wagon listrik baru juga akan memperkuat portofolio kendaraan listrik Volvo di luar jajaran SUV yang saat ini mendominasi penjualannya. (*)

Editor : Chairunnisya
Volvo sedan listrik Volvo wagon listrik Volvo SPA3 Volvo EV60 Volvo ES60