PONTIANAK POST - Merek-merek otomotif asal China semakin banyak memasuki pasar Eropa dengan menawarkan harga kompetitif dan daftar fitur yang panjang.
Namun, apakah mobil China benar-benar lebih murah jika dihitung dari seluruh biaya kepemilikannya? Analisis Auto Express menunjukkan jawabannya tidak sesederhana harga jual yang lebih rendah.
Menurut Auto Express, sebagian besar mobil China memang memiliki harga pembelian awal yang lebih murah dibanding model sekelas dari produsen Eropa, Jepang, maupun Korea Selatan.
Baca Juga: Leapmotor B10 Debut dengan Platform 800V, Pengisian 16 Menit dan Jarak Tempuh 610 Km
Strategi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan penjualan merek seperti MG, BYD, Omoda, dan Jaecoo di Inggris.
Namun, harga beli bukan satu-satunya faktor yang menentukan biaya kepemilikan kendaraan.
Analisis tersebut juga membandingkan biaya operasional, termasuk konsumsi energi atau bahan bakar, pajak kendaraan, premi asuransi, servis berkala, hingga nilai jual kembali setelah beberapa tahun penggunaan.
Baca Juga: BYD Tang L EV Resmi Meluncur, SUV Listrik Baru Diklaim Mampu Tempuh 800 Km
Hasilnya menunjukkan mobil listrik asal China umumnya menawarkan biaya energi yang rendah, terutama jika diisi daya di rumah.
Selain itu, sejumlah produsen memberikan garansi kendaraan dan baterai yang panjang, sehingga dapat membantu menekan biaya perawatan selama masa kepemilikan.
Di sisi lain, biaya asuransi pada beberapa model justru lebih tinggi dibanding rivalnya.
Baca Juga: Toyota Memuncak, Tapi China Menggeliat, Penjualan Mobil Juni 2025 Bikin Kaget
Salah satu penyebabnya adalah harga suku cadang, proses perbaikan yang masih terbatas, serta belum luasnya jaringan bengkel yang berpengalaman menangani merek-merek baru tersebut di Inggris.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah depresiasi atau penurunan nilai kendaraan. Karena banyak merek China masih tergolong baru di pasar Inggris, nilai jual kembali dalam jangka panjang belum memiliki rekam jejak yang kuat.
Kondisi ini membuat biaya kepemilikan beberapa model dapat meningkat meskipun harga belinya lebih rendah.
Auto Express juga mencatat tidak semua mobil China menjadi pilihan paling murah di kelasnya. Pada sejumlah segmen, selisih harga dengan merek mapan semakin kecil.
Baca Juga: Mobil Besutan China, Siap Mengaspal di Bumi Khatulistiwa
Oleh karena itu, konsumen disarankan membandingkan total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO), bukan hanya harga saat membeli kendaraan.
Meski demikian, laporan tersebut menyimpulkan bahwa banyak mobil China tetap menawarkan nilai (value) yang kompetitif, terutama bagi konsumen yang mengutamakan kelengkapan fitur, garansi panjang, dan harga awal yang menarik.
Namun, keputusan pembelian sebaiknya mempertimbangkan pula biaya operasional, layanan purnajual, dan potensi nilai jual kembali agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan jangka panjang. (*)
Editor : Chairunnisya