PONTIANAK POST – Masyarakat yang berencana membeli mobil atau motor listrik sebaiknya tidak terburu-buru melakukan transaksi. Pemerintah memastikan Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan paket insentif baru untuk kendaraan listrik yang berpotensi membuat harga kendaraan menjadi lebih terjangkau.
Sinyal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut dia, paket stimulus diperkirakan diumumkan dalam waktu dua hingga tiga minggu dan menyasar sekitar 500.000 unit mobil serta sepeda motor listrik.
Bagi masyarakat yang selama ini menunda beralih ke kendaraan listrik karena harga masih dianggap tinggi, kebijakan tersebut bisa menjadi momentum untuk memperoleh kendaraan dengan beban pajak yang jauh lebih ringan. Namun, pemerintah mengingatkan rincian akhir tetap akan diumumkan langsung oleh Presiden.
Purbaya mengungkapkan pemerintah menyiapkan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen serta insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen bagi kendaraan yang memenuhi persyaratan.
Meski demikian, ia memberi sinyal bahwa insentif tersebut kemungkinan hanya berlaku bagi kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Mobil hybrid maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) belum masuk dalam skema penerima insentif.
"Yang saya dengar rencananya adalah EV saja. Battery nickel-based sama battery lithium-based juga berbeda sedikit,” ujarnya, Selasa (4/8) di Tangerang.
Kemenperin Siap Jalankan Kebijakan Presiden
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti apabila Kementerian Keuangan menerbitkan kebijakan insentif kendaraan listrik. Sebagai kementerian teknis, Kemenperin akan menyiapkan seluruh aspek pelaksanaannya sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Agus mengatakan pemerintah menginginkan insentif diberikan kepada produk yang mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi industri nasional, termasuk kendaraan yang memiliki pendalaman struktur industri dan mendukung program mobil maupun motor nasional.
"Pasti fokus dari penerima insentif mobil atau kendaraan berbasis EV, baik itu roda empat maupun motor," ujar Agus di Jakarta, Kamis (6/8).
Bukan Hanya Menguntungkan Konsumen
Rencana stimulus tersebut juga dinilai dapat memberi efek berganda terhadap perekonomian nasional. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menilai kebijakan insentif mampu memperkuat ekosistem industri otomotif, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta mendorong aktivitas logistik dan industri pendukung.
Sementara itu, ekonom Universitas Jember Adhitya Wardhono menilai insentif akan memberikan manfaat lebih besar apabila disalurkan berdasarkan kinerja industri, seperti tingkat produksi, penggunaan komponen lokal, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing industri kendaraan listrik nasional dalam jangka panjang.
Hingga kini pemerintah belum mengumumkan aturan teknis mengenai kendaraan yang memenuhi syarat menerima insentif maupun besaran manfaat yang akan diterima setiap pembeli. Pemerintah juga belum memastikan merek atau model kendaraan yang akan masuk dalam program tersebut.
Karena itu, masyarakat yang memang berencana membeli kendaraan listrik dalam waktu dekat sebaiknya menunggu pengumuman resmi Presiden Prabowo. Dengan bersabar beberapa pekan, calon pembeli berpeluang memperoleh harga yang lebih kompetitif apabila kendaraan pilihannya masuk dalam skema insentif pemerintah.
"Saya kira dalam dua minggu atau tiga minggu dari sekarang, Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV lagi, termasuk untuk sekitar 500.000 sepeda motor listrik dan mobil listrik," kata Purbaya.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro