PONTIANAK POST - Francesco Bagnaia membidik kebangkitan dramatis di MotoGP Spanyol 2026 akhir pekan ini.
Rider Ducati ini menjadikan Jerez sebagai titik balik, seperti yang pernah dilakukan pada musim 2022.
Saat itu, pembalap Ducati tersebut datang tanpa satu pun podium dari lima seri awal sebelum akhirnya menang di Jerez dan memulai laju menuju gelar juara dunia pertamanya.
Baca Juga: Rekor Beruntun Bezzecchi Masih Diragukan, Bom Sebut Rider Aprilia Itu Bukan Super Talent MotoGP
Musim 2026 menjadi awal terberat Bagnaia di era Sprint Race.
Dari enam balapan pertama, ia hanya meraih satu podium, yakni finis kedua di Sprint COTA, dan kini terpuruk di posisi kesembilan klasemen sementara.
Ducati pun sedang dalam tekanan setelah Aprilia memimpin seluruh klasemen kejuaraan dunia.
Bagnaia berharap karakteristik Jerez yang teknikal dan cepat bisa membantunya menemukan kembali performa terbaik.
Baca Juga: Prediksi MotoGP Jerez 2026: Pakar Ramal Marquez Rebut Kemenangan di Sirkuit Jerez
“Jerez adalah trek yang sangat saya sukai. Salah satu sirkuit klasik di kalender, yakni teknikal, cepat, dan lengkap,” ujar Bagnaia dikutip dari Crash.net.
Ia menegaskan memiliki banyak kenangan manis di Andalusia, termasuk tiga kemenangan MotoGP secara beruntun pada 2022, 2023, dan 2024.
“Saya punya begitu banyak kenangan indah di sini, termasuk dari Moto3 dan Moto2. Saya tak sabar kembali ke trek dan merasakan semangat para penggemar di Andalucia,” katanya.
Situasi saat ini mengingatkan pada musim 2022 ketika ia tertinggal jauh di awal musim sebelum bangkit lewat kemenangan di Jerez.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama dari tujuh kemenangan musim itu yang akhirnya mengantarnya meraih mahkota juara dunia.
Selain balapan utama, Bagnaia juga menaruh harapan pada tes resmi pasca-balapan yang digelar Senin mendatang.
Uji coba tersebut bisa menjadi momentum penting bagi Ducati untuk memperbaiki performa motor Desmosedici yang musim ini tertinggal dari Aprilia. (*)
Editor : Budi Miank