PONTIANAK POST - Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali menunjukkan potensinya di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Tampil impresif di GP Prancis, Minggu (10/5), pembalap Honda Team Asia itu finis di posisi keempat setelah melewati balapan dramatis di lintasan basah Sirkuit Bugatti, Le Mans.
Hasil tersebut membuat Veda naik ke posisi kelima klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 50 poin.
Ia kini menjadi satu-satunya pembalap Asia Tenggara yang mampu menembus lima besar dunia musim ini.
Tambahan 13 poin dari Le Mans membuat pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu menggeser Marco Morelli yang turun ke posisi keenam dengan 48 poin.
Persaingan papan atas Moto3 kini semakin terbuka bagi Veda. Ia hanya terpaut dua poin dari Valentin Perrone di posisi keempat dan tiga poin dari Alvaro Carpe yang berada di peringkat ketiga.
Sementara puncak klasemen masih dikuasai Maximo Quiles dengan 115 poin usai memenangkan GP Prancis. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu unggul jauh atas Adrian Fernandez yang berada di posisi kedua dengan 69 poin.
Bagi Veda, hasil di Le Mans menjadi finis terbaik kedua musim ini setelah sebelumnya sukses meraih podium pada putaran kedua GP Brasil.
Tercecer ke Posisi 14 dan Nyaris Rebut Podium
Balapan GP Prancis berlangsung sulit akibat cuaca buruk dan lintasan licin. Race bahkan dipangkas menjadi 13 lap karena prosedur wet race. Veda memulai balapan dari posisi keenam.
Namun selepas start, ia sempat tercecer hingga posisi ke-14 setelah kehilangan momentum pada lap awal.
Situasi lintasan yang sulit membuat banyak pembalap mengalami kecelakaan. Insiden Brian Uriarte dan David Muñoz memaksa bendera kuning dikibarkan di sektor pertama.
Memasuki lap keempat, Veda mulai memperlihatkan kebangkitan. Ia perlahan menembus 10 besar setelah Joel Kelso terjatuh.
Konsistensi dan ketenangan menjadi kunci penampilan Veda di tengah balapan kacau tersebut.
Satu per satu posisi berhasil diperbaiki hingga akhirnya ia finis di urutan keempat.
Veda sebenarnya sempat mendekati zona podium pada lap-lap akhir. Namun jarak dengan Matteo Bertelle yang finis ketiga gagal dipangkas hingga garis finis.
Sementara itu, Maximo Quiles tampil dominan dan merebut kemenangan dengan catatan waktu 24 menit 41,640 detik.
Posisi kedua ditempati Adrian Fernandez dengan selisih 1,888 detik, sedangkan Bertelle melengkapi podium di posisi ketiga. Veda finis keempat dengan selisih 7,659 detik dari pemenang.
Harapan Baru Balap Indonesia
Performa Veda musim ini mulai mencuri perhatian publik balap internasional. Di usia muda, ia mampu bersaing konsisten dengan para pembalap Eropa dan Amerika Latin di level tertinggi Moto3.
Penampilan impresif di Le Mans juga memperkuat statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia di ajang balap motor dunia.
Dengan musim yang masih panjang, peluang Veda untuk menembus tiga besar klasemen bahkan memburu kemenangan perdana Moto3 masih terbuka lebar. (ant)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro