Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

45 Rumah Rusak Dihantam Gelombang

Misbahul Munir S • Selasa, 27 Desember 2022 | 11:34 WIB
RUSAK PARAH: Salah satu rumah yang berada di bibir pantai, tepatnya di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, rusak parah diterjang gelombang tinggi, Jumat (23/12) lalu. IST
RUSAK PARAH: Salah satu rumah yang berada di bibir pantai, tepatnya di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, rusak parah diterjang gelombang tinggi, Jumat (23/12) lalu. IST
56 Jiwa Terpaksa Mengungsi

KENDAWANGAN - Gelombang tinggi yang menghantam pesisir Ketapang pada Jumat (23/12), merusak sejumlah bangunan. Daerah yang paling terdampak adalah Kecamatan Kendawangan. Di daerah ini, puluhan rumah warga yang berada di bibir pantai rusak. Empat rumah di antaranya rusak parah.

Empat rumah yang rusak parah berada di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, terdapat 15 kepala keluarga atau 56 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kendati demikian tidak ada korban jiwa yang dilaporkan atas peristiwa tersebut.

"Sebanyak 45 unit rumah yang dihuni 166 jiwa terdampak atas kejadian ini. Empat rumah warga di antaranya ambruk akibat hantaman gelombang," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang Suryadi.

Berdasarkan prakiraan BMKG pada 23-26 Desember 2022 beberapa wilayah akan terjadi cuaca ekstrem dan gelombang besar, terutama di wilayah pesisir.

Lima kecamatan menjadi daerah dengan resiko cuaca ekstrem, di antaranya Kecamatan Kendawangan, Muara Pawan, Delta Pawan, Benua Kayong dan Kecamatan Matan Hilir Selatan.

"Diharapkan bagi masyarakat agar selalu waspada dan menyimpan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman, karena berdasarkan hasil kajian BMKG  bahwa ketinggian gelombang air laut hingga mencapai 1,9 meter," ujarnya.

Kepala Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Hasbuna, mengatakan berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh pihak desa, ada 80 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak gelombang pasang air laut. Dari jumlah tersebut, rumah yang rusak sebanyak 18 unit. Sementara sisanya rusak ringan.

"Untuk data sementara bantuan yang sudah disalurkan kurang lebih 80 KK. Dari data rumah rusak terdampak hanya 18 rumah. Sementara sisanya rusak ringan," ungkapnya.

Dia berterimakasih kepada perangkat desa bersama unsur BPPD dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Bhabinpotmar serta Manggala Agni Wilayah Kendawangan serta pihak lainnya yang telah ikut menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam gelombang pasang air laut.

Hasbuna juga berharap kondisi rumah warga yang porak-poranda akibat musibah bencana diterjang angin kencang dan gelombang pasang air laut dapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun swasta. (afi) Editor : Misbahul Munir S
#45 Rumah Rusak #Dihantam Gelombang #Mengungsi #56 Jiwa