Pilkada 2020, Politik Harus Rileks dan Santai

Ari Aprianz • Dipublikasikan Selasa, 24 Desember 2019 | 09:37 WIB
Berangkat: Sebanyak 180 Personel Satbrimob Polda Kalbar diberangkatkan ke Papua dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua Tahun 2019. HUMAS POLDA KALBAR 
Berangkat: Sebanyak 180 Personel Satbrimob Polda Kalbar diberangkatkan ke Papua dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua Tahun 2019. HUMAS POLDA KALBAR 
Kantor DPW NasDem Kalbar yang terletak di Jalan Abdurahman Saleh (BLKI) Pontianak benar-benar menjadi magnet partai politik lain di Kalimantan Barat. Setelah sebelumnya PKS dan PPP melakukan Silaturahmi Politik, giliran PKB Kalbar melakukan kunjungan. Mungkinkah koalisi besar menuju pertarungan Pilkada pada tujuh Kabupaten terwujud?

Syarif Abdullah Alkadrie, Ketua DPP NasDem Kalimantan dan DPW Kalimantan Barat mengatakan sesungguhnya parpol adalah etalase pintu terdepan tempat pendelegasian rakyat kepada wakilnya. Baru nantinya ke fraksi di DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi kemudian ke DPR RI. “Saya pikir penting silaturahmi safari politik seperti begini,” ucapnya.

Tujuannya juga supaya ketegangan politik di pusat tidak dibawa ke daerah. Politik daerah harus rilek dan santai. Tujuannya supaya mansyarakat tidak binggung dan tensi politik tidak tinggi. “Yang utama adalah kepentingan bangsa Indonesia. Kodrat Parpol boleh berbeda. Tetapi kewajiban adalah menyatukan segala persepsi,” ucapnya.

Tujuh Pilkada serentak di Kalbar tahun 2020 harus adem mencari figur yang mampu membangun daerah dengan baik. Kemungkinan juga berkoalisi dengan PKB bisa terjadi. NasDem pernah melakukannya pada Pilgub 2019, pilkada beberapa daerah pada 2019. “Bagi NasDem parpol manapun baik PKB, PKS dan PPP tidak ada masalah,” ujar Syarif.

Katanya silaturahmi politik adalah membangun kepentingan dan kecocokan.  Tidak menutup kemungkinan NasDem-PKB bersepakat. Di Kabupaten Sintant contohnya PKB punya 4. NasDem punya 7 kursi dan petahana yang bakalan mencalonkan kembali. “NasDem Sintang memang tidak membuka pendaftaran tetapi membangun koalisi dengan partai lain. Tak hanya di Kabupaten Sintang, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sambas dan Kabupaten Ketapang bisa terjadi. Asalkan pemahaman politik terus dibangun dalam menyamakan persepsi,” tukas dia.

Mulyadi Tawik, Ketua PKB Kalimantan Barat menyebutkan bahwa Silatpol antar partai memang mengarah kepada tahun politik 2020 pada 7 Kabupaten di Kalbar. “Kami (PKB) dan NasDem bertemu guna menyamakan persepsi. Supaya kualitas Pilkada 2020 akan lebih baik, damai dan menjadi harapan masyarakat bakalan muncul pemimpin terbaik di antara terbaik,” ujarnya.

Partai adalah alat dan perangkat dalam mengusung dan mencari figur terbaik. Parpol harus bersepakat bagaimana memenangkannya pada tujuh kabupaten. “Nah, kami (PKB) dengan NasDem bersepakat menjaga kondusifitas dan dinamisasi di pilkada serentak 2020. Ada persamaan dan persepsi kami pasti siap bersama-sama mengusung cakada,” ujarnya.(den) Editor : Ari Aprianz
Politik