PONTIANAK - Pengumuman bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar rupanya belum dibacakan DPP PDI Perjuangan. Nama yang akan menjadi lawan tanding duet Midji-Didi, di Pilgub Kalbar 27 November 2024 mendatang belum terbuka. Hal tersebut tersiar dari siaran langsung kanal youtube PDI Perjuangan secara live pada hari Kamis (22/8) pukul 13.00 WIB.
Wakil Sekretaris DPP PDI Perjuangan Kalbar, Malin, yang sebelumnya ditemui Pontianak Post pada acara penerimaan surat dukungan (B1.KWK) DPP NasDem di Hotel Ibis Pontianak membantah isu tersebut.
"Belum ada pengumuman untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Tidak ada itu," katanya saat ditanya wartawan mengenai siaran langsung Pengumuman bakal calon Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah tahap 2 dari PDI Perjuangan lewat kanal youtube.
Dia pun membantah bahwa siaran live salah satunya akan mengumumkan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Pastinya memang ada DPP PDIP mengumumkan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tahap 2 dari PDI Perjuangan. "Untuk Kalbar. Tidak ada itu (pengumuman)," bantahnya.
Sebelumnya, calon Wakil Bupati Melawi ini menyebutkan bahwa surat rekomendasi calon kepala daerah di Pilgub Kalbar 2024 memang belum diumumkan.
"Memang Gubernur belum. Kan Gubernur (daerah lain) banyak yang belum selesai (keluar rekomendasi), bukan hanya Kalbar kan,” kata Malin.
Dia menyebutkan pasti akan ada pengumuman berikutnya yang kemungkinan bersamaan dengan provinsi lainnya yang belum diumumkan. Yang pasti, lanjutnya, komunikasi yang dilakukan PDIP terus berjalan.
Khusus di Pilgub Kalbar, walaupun PDIP bisa mengusung sendiri, tentunya harus bisa mengajak orang ramai untuk bekerjasama. "Kerja inikan harus mengajak orang ramai, mengajak orang kerjasama yang baik. kan harus utamakan kebersamaan dan gotong royong," kata Malin.
PDIP saat ini terus mencermati perkembangan situasi politik di tanah air dan Kalbar yang selalu dinamis. "Dalam situasi ini kita juga harus menyikapi perkembangan-perkembangan yang terjadi. Situasi kan selalu berubah-ubah terus. Tapi intinya kita (PDIP) tetap nyalon, tidak tangan kosong. Tunggu saja momen yang tepat,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui beberapa jam sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan 6 bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk maju dalam Pilkada Serentak 2024.
Pembacaan nama-nama calon kepala daerah yang diusung PDIP itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (22/8). "Selanjutnya kami akan bacakan calon gubernur dan wakil gubernur," kata Hasto.
Keenam nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang maju dalam Pilkada Serentak 2024 adalah dari provinsi Jambi ada Al Haris dan Abdullah Sani, Kepulauan Bangka Belitung yakni Hidayat Arsani dan Heliana.
Untuk Kepulauan Riau pasangan kepala daerah yang diusung Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq. Di Provinsi strategis seperti Bali ada nama I Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta. Untuk Papua Tengah yakni Meki Nawipa dan Deinas Geley. Dan Papua Selatan: Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa
"Dari Jakarta menunggu keputusan Ibu Mega (Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri). Demikian pula untuk Jawa Tengah, Jawa Timur," ujar Hasto.
Setelah pembacaan, perwakilan calon kepala daerah yang diusung menerima penyerahan Surat Keputusan (SK) dari DPP PDIP. Pengumuman 169 bakal calon kepala daerah dari PDIP ini merupakan gelombang kedua dari tiga gelombang yang akan dilakukan DPP PDIP dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024.
Sebelumnya, Rabu (14/8), PDIP telah mengumumkan 13 bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk maju dalam Pilkada 2024. Kemudian 141 calon kepala daerah yang berasal dari tingkat kabupaten/kota.(den)
Editor : Miftahul Khair