Pemenang Kembali Berkompetisi di Sinovik Tingkat Nasional
PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengumumkan dan menyerahkan penghargaan Top 10 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Kalbar (Sivablik) Tahun 2023. Penyerahan plakat dan trofi atas kompetisi yang diikuti pemerintah daerah se-Kalbar itu dihadiri Gubernur Kalbar Sutarmidji, Rabu (29/3).
Seperti diketahui, tahun 2023 ini merupakan ketiga kalinya diadakan Sivablik oleh Pemprov Kalbar melalui Biro Organisasi. Prosesnya sendiri sudah berlangsung sejak Desember 2022 lalu. Sementara pengumuman dan penyerahan penghargaan Top 10 pada Rabu (29/3) lalu, merupakan puncak dari rangkaian kompetisi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sutarmidji mengungkapkan bahwa dalam rangka peningkatan tampilan atau performa dari pemerintah daerah (pemda), maka masing-masing pemda harus banyak melakukan inovasi.
“Inovasi ini bagian dari kecerdasan mereka (pemda) dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam hal pelayanan publik. Lakukan inovasi apapun, seperti melakukan kajian-kajian, karena mungkin akan ada inovasi secara nasional yang lahir dari Kalbar,” ungkapnya.
Sutarmidji menambahkan, jika pemda tidak memiliki inovasi maka penilaiannya bisa dianggap rendah, dan menimbulkan tampilan-tampilan yang tidak baik. Tak hanya itu, dirinya menilai bahwa inovasi tidak melulu berupa aplikasi. Karena inovasi lebih kepada perbaikan-perbaikan yang bertahap dan berkesinambungan.
“Saya dulu waktu jadi wali kota, 99 izin saya buat jadi 14. Jadi, lakukan inovasi-inovasi untuk percepatan dan kenyamanan pelayanan,” pesannya.
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa mengapresiasi Pemprov Kalbar yang rutin mengadakan Sivablik setiap tahunnya. Di tingkat nasional, pihaknya juga memiliki Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang sudah berjalan sekitar 10 tahun terakhir.
Dalam kompetisi itu, kata dia, Pemprov Kalbar merupakan salah satu mitra untuk melakukan berbagai hal. Mulai dari menginisiasi inovasi, melakukan pengembangan melalui replikasi, hingga pembentukan lembaga inovasi.
“Nah, Kalbar ini menyelenggarakan kompetisi inovasi (juga) yang seperti di Kemenpan adakan, tetapi untuk internal seluruh kabupaten/kota se-Kalbar, namanya Sivablik, yang kemudian nantinya (para pemenang) diikutsertakan ke tingkat nasional,” katanya.
Adapun juara pertama Sivablik Tahun 2023 yaitu Inovasi Temu Para Pelaku Usaha (Terasa) dari DPMPTSP, Kabupaten Kubu Raya. Juara kedua Inovasi Klinik Melati ODHIV dari RSUD dr. Soedarso, Pemprov Kalbar. Sedangkan yang meraih juara ketiga adalah Inovasi Pelayanan Online dari Rumah Sendiri (Pionirs) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kota Pontianak.
Sisanya yang masuk Top 10 Sivablik Tahun 2023 yakni Inovasi D-iPAD dari Badan Pendapatan Daerah, Kabupaten Sanggau, dan Inovasi Pelayanan Responsif Izin Usaha Mikro Kecil (Periuk) dari DPMPTSP Kalbar. Ada pula Inovasi Gerakan Literasi Masyarakat (Giat) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kabupaten Kubu Raya.
Kemudian, ada Inovasi Peniti Emas dari UPT Puskesmas Singkawang Selatan 2, Kota Singkawang, dan Inovasi Samsat Keliling Pedesaan (Simkeldes) dari UPT PPD Pontianak Wilayah I, Pemprov Kalbar. Lalu, ada Inovasi Bank Sampah Sungai Jawi dan Warga Bersama Kelola Sampah (Bank Sampah Jiwa Berkelas) dari Kelurahan Sungai Jawi, Kota Pontianak. Dan yang terakhir, Inovasi Manajemen Lalu Lintas Hewan dan Produk Hewan (Manelawan) dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar. (bar) Editor : Misbahul Munir S