PONTIANAK - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di Aula Daily Mix Café, Jalan KH. Wahid Hasim Pontianak, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (29/8).
Kegiatan menghadirkan narasumber Lurah Tengah Ernawati dan Lurah Bansir Laut Yusuf Payungan dan dibuka secara langsung oleh Kepala BNNK Pontianak Anida Sari.
Kepala BNN Kota Pontianak Anida Sari mengatakan, kegiatan ini bertujuan menekan angka peredaran gelap narkoba khususnya di Kota Pontianak. Menurutnya, tidak ada satu pun kelurahan di Kota Pontianak yang aman dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, Anida mengungkapkan terdapat delapan kelurahan yang berstatus bahaya, 11 kelurahan yang berstatus waspada, dan 10 kelurahan yang bersatus siaga.
Pada kesempatan tersebut, Anida berharap kelurahan yang berstatus bahaya bisa berubah menjadi siaga dan yang status siaga berubah menjadi kelurahan yang bersetatus aman.
Sementara itu, Lurah Tengah Ernawati, meminta pemberdayaan semua elemen masyarakat ditingkatkan. Karena perang melawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba harus dilakukan secara masif.
“Dengan adanya pelatihan ini hasilnya dapat diterapkan di lingkungan keluarganya, terutama keluarga inti mereka supaya menjauhi penyalahgunaan dan peredaran narkoba dan jangan sampai generasi muda khususnya di Kelurahan Tengah bermasalah dengan terjerumus kejahatan markoba”, terangnya.
Di tempat yang sama, Lurah Bansir Laut Yusuf Payungan mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan di lingkungan kelurahannya selalu mengampanyekan tentang bahaya narkoba.
"Upaya ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membentengi masyarakat dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba agar ke depannya dapat mewujudkan Kota Pontianak menjadi kota yang bersih dari narkoba," ujarnya. (wan/ser)
Editor : A'an