PONTIANAK POST - Budaya keselamatan berkendara kini hadir dalam format yang lebih segar dan kekinian. Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) mengajak generasi muda, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum, untuk menyuarakan pentingnya #SafeRideWithPride melalui kompetisi film pendek dan TikTok bertema keselamatan berkendara.
Ajang Safety Riding Short Movie Contest (SMC) 2025 yang berlangsung selama Juni hingga Agustus ini menggandeng Universitas Indonesia (UI) sebagai mitra utama. Tujuannya: memperluas jangkauan kampanye keselamatan jalan dengan gaya yang sesuai dengan semangat anak muda masa kini—kreatif, berwarna, dan penuh inspirasi.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi ruang berekspresi bagi anak muda untuk menyebarkan energi positif soal keselamatan berkendara,” ujar Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin, Senin (23/6). Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, generasi muda diharapkan dapat menjadikan keselamatan sebagai gaya hidup dan budaya baru di jalan raya.
Kompetisi terbuka untuk dua kategori, yakni film pendek berdurasi 1–3 menit dan video TikTok 30–60 detik. Para peserta bisa mengunggah karya mereka ke Instagram, TikTok, dan YouTube, lengkap dengan pesan edukatif dan ajakan membangun kesadaran berkendara. Informasi lengkap lomba tersedia di @yayasanahm dan @sahabat1hati.
Total hadiah puluhan juta rupiah disiapkan bagi karya terbaik yang tidak hanya kreatif, tapi juga kuat dalam menyampaikan pesan keselamatan berkendara.
Kompetisi ini diawali dengan gelaran talk show “Semarak Keselamatan Berkendara” di kampus UI Depok yang dihadiri ratusan anak muda. Dalam sesi ini, para peserta dibekali wawasan langsung dari para pakar, seperti Prof. Guritnaningsih (Psikologi UI), Prof. Zulkifli Djunaedi (K3 FKM UI), hingga Brigjen. Pol. Dr. Bakharuddin Muhammad Syah (Korlantas Polri).
Tak hanya itu, peserta juga belajar membuat konten dari sutradara film nasional Yandy Laurens, serta mengikuti sesi praktik berkendara bersama instruktur safety riding Honda menggunakan Honda Riding Trainer (HRT)—simulasi berkendara dengan skenario bahaya yang realistis.
Yayasan AHM bersama UI juga mengukuhkan 30 agen safety riding kampus yang akan menjadi pelopor perubahan budaya berkendara di kalangan mahasiswa.
Dengan pendekatan gaya muda, konten edukatif, serta wadah kompetitif yang relevan, SMC 2025 diharapkan menjadi gerakan sosial digital yang mampu menanamkan nilai keselamatan sejak dini, dengan cara yang menyenangkan.
“Generasi muda bisa jadi agen perubahan. Kampanye ini membuktikan bahwa edukasi bisa dilakukan lewat kreativitas,” pungkas Ahmad Muhibbuddin.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro