Perkuat Lawan Karhutla, Mayawana Persada Serahkan Peralatan Pemadam ke DLHK Kalbar

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:33 WIB
DUKUNG PEMADAMAN: PT Mayawana Persada menyerahkan mesin pompa, selang, dan nozzle kepada DLHK Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (2/9). Bantuan tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan karhutla di lapangan. (ISTIMEWA)
DUKUNG PEMADAMAN: PT Mayawana Persada menyerahkan mesin pompa, selang, dan nozzle kepada DLHK Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (2/9). Bantuan tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan karhutla di lapangan. (ISTIMEWA)

 

PONTIANAK POST – PT Mayawana Persada menyerahkan peralatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat, Rabu (2/9).

Bantuan terdiri atas enam mesin pompa air, enam selang pemadam berukuran 1,5 inci sepanjang 20 meter, dan enam nozzle. Perusahaan juga menyerahkan 50 dus susu siap minum dan vitamin C untuk personel pemadam.

Penyerahan tersebut menindaklanjuti pertemuan Kementerian Kehutanan dengan perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Selasa (1/9). Dalam pertemuan itu, pemerintah mengimbau perusahaan ikut memperkuat penanganan karhutla.

Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman mengatakan, karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja bersama karena dampaknya tidak mengenal batas wilayah.

“Dukungan peralatan ini diharapkan menambah kapasitas tim agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” ujarnya.

Kepala DLHK Kalbar Adi Yani mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak dapat menangani karhutla sendirian.

“Dukungan ini menambah kapasitas yang tersedia untuk memperkuat respons pengendalian karhutla. Kami mengimbau perusahaan PBPH dan perkebunan kelapa sawit mengambil peran dalam pemadaman,” katanya.

Adi berharap keterlibatan perusahaan tidak berhenti pada penyerahan peralatan, tetapi berlanjut dalam pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kebakaran.

“Pemerintah, dunia usaha, KPH, dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas,” ujarnya.

Di wilayah operasionalnya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Mayawana menyiagakan tujuh regu inti dan regu pendukung dengan total 170 personel yang tersebar di delapan posko.

Kesiapsiagaan didukung pemantauan titik panas, patroli, menara pantau, drone, pesawat nirawak VTOL, CCTV, serta 74 sumber air di empat sektor operasional. Pemantauan dilakukan siang dan malam, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan apabila ditemukan titik panas.

“Yang harus dibangun adalah kesiapan sebelum kejadian, mulai dari pemantauan, personel, peralatan, sumber air, hingga koordinasi ketika ditemukan titik api,” kata Iwan. (ser/r)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
karhutla kalimantan barat perusahaan PBPH DLHK Kalbar Mayawana Persada peralatan pemadam