HARI itu, 410 tahun yang lalu, 21 Agustus 1614, Elizabeth Báthory ditemukan telah meninggal dalam tidurnya dalam kurungan penjara yang luas di Kastel Cachtice.
Empat tahun terakhir, Bangsawan psikopat abad pertengahan tersebut menjalani hukumannya dalam sel isolasi yang jendelanya berdinding, akibat tuduhan menghabisi lebih dari 600 wanita dengan cara yang keji.
History Today menggambarkan bangsawan bernama lengkap Countess Elizabeth Báthory de Ecsed sebagai pembunuh berantai wanita paling kejam sepanjang sejarah.
Di mana fakta berakhir dan fiksi dimulai dalam kisah mengerikannya kini mustahil untuk ditentukan. Namun dalam ketenarannya sebagai vampir legendaries, dia hanya bisa dikalahkan oleh Count Dracula.
Terlahir di sebuah perkebunan keluarga di Nyírbátor, Kerajaan Hongaria, pada 1560 atau 1561, dia merupakan putri dari Baron George VI Báthory dan Baroness Anna Báthory.
Merupakan keturunan dari beberapa garis keluarga bangsawan, termasuk keturunan dari Raja Polandia dan pangeran Transylvania di antara kerabatnya.
Garis keturunan tersebut juga merupakan salah satu perkawinan sedarah generasi. Dia diberkahi dengan penampilan, kekayaan, pendidikan yang sangat baik dan posisi sosial yang luar biasa.
Ketika berusia 11 atau 12 tahun, Elizabeth bertunangan dengan Ferenc Nádasdy dari keluarga aristokrat Hongaria lainnya. Tetapi satu atau dua tahun kemudian dia memiliki bayi dari kekasih kelas bawahnya tersebut.
Nádasdy dilaporkan telah mengebiri dan kemudian mencabik-cabiknya. Anak tersebut, seorang putri, diam-diam disembunyikan dari pandangan. Elizabeth serta Nádasdy pun menikah pada 1575 ketika dia berusia 14 tahun.
Karena Elizabeth secara sosial mengungguli suaminya, dia tetap menggunakan nama keluarga Bathory, yang ditambahkannya ke dalam nama suaminya. Pasangan muda ini tinggal di kastil Nádasdy di Hongaria di Sárvár dan Csetje (sekarang di Slovakia).
Elizabeth mengelola perkebunan, mengambil berbagai kekasih dan melahirkan empat anak bagi suaminya.
Nádasdy yang seriang bepergian tersebut meninggal saat berusia 43 tahun pada 1604.
Kabar mulai tersebar tentang aktivitas sadis Báthory. Dikatakan bahwa dia senang menyiksa dan membunuh gadis-gadis muda.
Pada awalnya mereka adalah pelayan di istananya, putri-putri petani setempat, namun kemudian mereka termasuk gadis-gadis yang dikirim kepadanya oleh keluarga bangsawan setempat untuk belajar sopan santun.
Báthory percaya dengan meminum darah gadis-gadis muda akan menjaga kemudaan dan penampilannya.
Para saksi mata bercerita tentang dia yang menikam atau menggigit payudara, tangan, wajah, dan lengan korban, memotongnya dengan gunting, menusukkan jarum ke bibir korban atau membakarnya dengan besi panas, koin, atau kunci.
Ada yang dipukuli sampai mati dan ada yang kelaparan. Kisah perempuan yang biasa mandi darah tersebut pun sepertinya ditambahkan dalam legendanya kemudian.
Seorang pendeta Lutheran menemui pihak berwenang Hongaria, yang akhirnya memulai penyelidikan pada 1610. Pada bulan Desember tahun itu, Báthory ditangkap dan begitu pula empat pelayan dan teman karib kesayangannya, yang dituduh sebagai kaki tangannya. Mereka diadili dan dinyatakan bersalah.
Tiga di antaranya dieksekusi dan yang keempat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sementara Báthory sendiri tidak diadili, karena kedudukan keluarganya, tetapi dia dikurung di Kastil Csetje.(ote)
Editor : Miftahul Khair