PADA 11 September 2001 atau 23 tahun yang lalu, teroris yang terkait dengan kelompok ekstremis Islam Al Qaeda membajak empat pesawat penumpang komersial. Mereka bahkan melakukan serangan bunuh diri terhadap sasaran di Amerika Serikat.
Ketika itu, dua pesawat diterbangkan ke World Trade Center (WTC) di New York City. Dalam beberapa jam, kedua menara kembar itu runtuh menjadi puing-puing, menghancurkan sebagian besar wilayah Manhattan.
Pesawat ketiga menabrak Pentagon di Arlington, Virginia, tepat di luar Washington. Penumpang dan awak pesawat keempat melawan, dan pesawat itu jatuh di sebuah lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania.
Dilansir dari history.com, hampir 3 ribu orang tewas dalam serangan teroris 9/11, termasuk 19 teroris Al Qaeda. Peristiwa mengejutkan 11 September tersebut disiarkan di televisi secara global, sehingga membuat sebagian besar dunia terguncang ketakutan.
Pemerintahan Presiden AS George W. Bush menanggapinya dengan mendeklarasikan perang melawan terorisme, termasuk pembentukan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan invasi ke Afghanistan.
Diceritakan ketika itu, 11 September 2001, pukul 08:45, Selasa pagi yang cerah, sebuah pesawat American Airlines Boeing 767 yang memuat 20 ribu galon bahan bakar jet menabrak menara utara World Trade Center di New York City.
Dampaknya meninggalkan lubang menganga dan terbakar di dekat lantai 93 dan 99 gedung pencakar langit berlantai 110 tersebut. Akibatnya, ratusan orang tewas dan menjebak ratusan lainnya di lantai yang lebih tinggi.
Ketika evakuasi menara dan kembarannya sedang berlangsung, kamera televisi menyiarkan gambar langsung dari apa yang awalnya tampak seperti kecelakaan yang aneh.
Kemudian, 18 menit setelah pesawat pertama bertabrakan, Boeing 767 kedua, United Airlines Penerbangan 175, muncul di langit, berbelok tajam ke arah World Trade Center, dan membelah menara selatan antara lantai 77 dan 85.
Tabrakan tersebut menyebabkan ledakan besar yang menghujani puing-puing yang terbakar di sekitar bangunan dan ke jalan-jalan di bawahnya. Segera menjadi jelas bahwa Amerika sedang diserang.
Para pembajak adalah teroris Islam dari Arab Saudi dan beberapa negara Arab lainnya. Dilaporkan bahwa mereka dibiayai oleh organisasi teroris Al Qaeda yang dipimpin oleh buronan Saudi, Osama bin Laden.
Mereka diduga bertindak sebagai pembalasan atas dukungan Amerika terhadap Israel, keterlibatannya dalam Perang Teluk Persia, dan kehadiran militernya yang terus berlanjut di Timur Tengah.
Beberapa teroris telah tinggal di Amerika Serikat selama lebih dari satu tahun dan mengikuti pelajaran terbang di sekolah penerbangan komersial Amerika. Yang lain telah menyelinap ke negara itu beberapa bulan sebelum 11 September dan bertindak sebagai otot dalam operasi tersebut.
Ke-19 teroris tersebut menyelundupkan pemotong kotak dan pisau melalui keamanan di tiga bandara Pantai Timur, Bandara Internasional Logan di Boston, Bandara Internasional Dulles di Washington, dan Bandara Internasional Newark di New Jersey.
Mereka menaiki empat penerbangan pagi hari menuju California, di mana pilihan mereka karena pesawat-pesawat itu memuat bahan bakar untuk perjalanan panjang lintas benua. Segera setelah lepas landas, para teroris menyita empat pesawat dan mengambil kendali, mengubah jet penumpang biasa menjadi peluru kendali.
Ketika jutaan orang menyaksikan peristiwa yang terjadi di New York, American Airlines Penerbangan 77 berputar-putar di pusat kota Washington, sebelum jatuh ke sisi barat markas militer Pentagon pada pukul 9:45 pagi.
Bahan bakar jet dari Boeing 757 menyebabkan kebakaran dahsyat yang menyebabkan runtuhnya struktur sebagian bangunan beton raksasa, yang merupakan markas besar Departemen Pertahanan AS.
Secara keseluruhan, 125 personel militer dan warga sipil tewas di Pentagon, bersama dengan 64 orang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Kurang dari 15 menit setelah teroris menyerang pusat saraf militer AS, kengerian di New York berubah menjadi bencana ketika menara selatan World Trade Center runtuh dalam kepulan debu dan asap yang sangat besar.
Baja struktural gedung pencakar langit, yang dibangun untuk menahan angin dengan kecepatan lebih dari 200 mil perjam dan kebakaran konvensional yang besar tersebut, tidak dapat menahan panas luar biasa yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar jet.
Pada pukul 10.30, bangunan utara menara kembar tersebut runtuh. Hanya 18 orang di menara World Trade Center yang selamat pada saat keruntuhan. Sebagian besar berada bersama sekelompok petugas pemadam kebakaran FDNY di Tangga B Menara Utara, yang masih utuh.
Seorang wanita selamat setelah tangga yang ia turuni hancur di sekelilingnya. Hampir 10 ribu orang lainnya dirawat karena cedera, di mana banyak di antaranya parah.
Sementara itu, pesawat keempat menuju California, United Flight 93, dibajak sekitar 40 menit setelah meninggalkan Bandara Internasional Newark Liberty di New Jersey. Karena pesawat tertunda lepas landas, penumpang di dalamnya mengetahui kejadian di New York dan Washington melalui telepon seluler dan panggilan Airfone ke darat.
Mengetahui bahwa pesawat tersebut tidak kembali ke bandara seperti yang diklaim para pembajak, sekelompok penumpang dan pramugari merencanakan pemberontakan.
Salah satu penumpang, Thomas Burnett, Jr., menelfon istrinya menyampaikan salam perpisahan. Sandy Bradshaw, seorang pramugari, menelepon suaminya dan juga menyampaikan salam perpisahan serupa.
Para penumpang melawan empat pembajak dan diduga menyerang kokpit dengan alat pemadam kebakaran. Pesawat kemudian terbalik dan melaju ke tanah dengan kecepatan lebih dari 500 mil perjam, jatuh di ladang pedesaan dekat Shanksville di Pennsylvania barat pada pukul 10:10.
Sebanyak 44 orang di dalam pesawat tewas seketika. Target yang dituju tidak diketahui, namun teorinya mencakup Gedung Putih, US Capitol, tempat peristirahatan kepresidenan Camp David di Maryland atau salah satu dari beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang pesisir timur.
Sebanyak 2.996 orang tewas dalam serangan 9/11, termasuk 19 pembajak teroris yang berada di dalam empat pesawat tersebut. Warga dari 78 negara meninggal di New York, Washington, dan Pennsylvania.
Di World Trade Center, 2.763 orang tewas setelah kedua pesawat menabrak menara kembar. Jumlah tersebut termasuk 343 petugas pemadam kebakaran dan paramedis, 23 petugas polisi Kota New York, dan 37 petugas polisi Otoritas Pelabuhan yang berjuang untuk menyelesaikan evakuasi gedung dan menyelamatkan pekerja kantor yang terjebak di lantai yang lebih tinggi.
Di Pentagon, 189 orang tewas, termasuk 64 orang di American Airlines Penerbangan 77, pesawat yang menabrak gedung. Pada Penerbangan 93, 44 orang tewas ketika pesawat itu mendarat di Pennsylvania. (ote)
Editor : Miftahul Khair