Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sejarah Tugu Khatulistiwa: Ikon Abadi Kota Pontianak

Miftahul Khair • Sabtu, 21 September 2024 | 13:44 WIB
Memeringati Hari Pahlawan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat mengajak generasi muda untuk bisa menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove. (IST)
Memeringati Hari Pahlawan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat mengajak generasi muda untuk bisa menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove. (IST)

PONTIANAK - Tugu Khatulistiwa merupakan monumen bersejarah yang menjadi ikon kebanggaan Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Berada tepat di garis khatulistiwa, tugu ini menjadi simbol unik yang menandai posisi geografis kota yang dilintasi oleh garis lintang nol derajat.

Sejak pertama kali dibangun pada 1928, Tugu Khatulistiwa telah menjadi daya tarik wisata sekaligus saksi bisu dari fenomena astronomis yang menakjubkan.

Awal Pembangunan Tugu Khatulistiwa

Pembangunan Tugu Khatulistiwa dimulai pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi geografi yang dipimpin oleh ahli dari Belanda.

Pada masa itu, teknologi modern seperti satelit dan GPS belum ada, sehingga para ahli geografi mengandalkan perhitungan astronomis sederhana untuk menentukan titik khatulistiwa.

Menurut situs Indonesia Kaya, tugu pertama yang dibangun sangat sederhana, hanya berupa tonggak kayu dan lingkaran yang menunjuk ke arah utara dan selatan.

Pada tahun 1930, tugu ini mengalami perbaikan dengan penambahan lingkaran dan tanda panah sebagai penunjuk arah utara-selatan.

Perubahan signifikan terjadi pada 1938 ketika arsitek Indonesia, Frederich Silaban, membangun ulang tugu dengan empat tiang kayu belian, yang dikenal sangat kuat dan tahan lama.

Pengembangan dan Replika Tugu

Pada tahun 1990, sebuah replika Tugu Khatulistiwa dengan ukuran lima kali lebih besar dibangun untuk melindungi tugu asli.

Replika ini dilengkapi dengan bangunan kubah yang melindungi tugu dari cuaca, dan diresmikan pada tahun 1991 oleh Gubernur Kalimantan Barat.

Kini, tugu tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu tugu asli yang berukuran kecil dan replika besar yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Selain sebagai situs bersejarah, Tugu Khatulistiwa juga dikenal dengan fenomena alam yang luar biasa, yaitu kulminasi matahari.

Kulminasi matahari terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 21-23 Maret dan 21-23 September, ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa.

Pada saat itu, bayangan Tugu Khatulistiwa dan benda-benda di sekitarnya akan menghilang selama beberapa detik.

Fakta Unik Tugu Khatulistiwa

- Bahan bangunan asli: Tugu Khatulistiwa dibangun dengan kayu belian atau kayu ulin, jenis kayu khas Kalimantan yang terkenal sangat kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca.

- Kulminasi matahari: Fenomena alam ini menarik banyak wisatawan untuk datang ke Pontianak dan merasakan pengalaman berdiri di titik tanpa bayangan.

- Pengakuan internasional: Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya mempromosikan Tugu Khatulistiwa ke dunia internasional dengan mengajukan tugu ini sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Renovasi dan Pengembangan

Seiring dengan berjalannya waktu, Pemerintah Kota Pontianak melakukan beberapa renovasi pada Tugu

Khatulistiwa untuk mempertahankan keasliannya dan meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata.

Pada tahun 2022, dilakukan renovasi besar-besaran yang mencakup perbaikan interior dan penataan kawasan sekitar tugu.

Selain itu, pemerintah juga membangun pusat informasi dan fasilitas pendukung lainnya untuk memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan.

Tugu Khatulistiwa tidak hanya menjadi saksi sejarah perkembangan kota Pontianak, tetapi juga simbol persatuan dan kebanggaan bagi masyarakat setempat.

Dengan upaya pelestarian yang terus dilakukan, tugu ini akan terus menjadi ikon abadi Kota Pontianak dan menarik lebih banyak wisatawan di masa depan. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#tugu khatulistiwa #ikon Pontianak #Kulminasi Matahari #wisata pontianak