SETIAP 21 November atau hari ini, masyarakat memperingati Hari Ikan Nasional (Harkannas). Hari tersebut kali pertama dicetuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Januari 2014 melalui Surat Keppres (Keputusan Presiden) Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional.
Menurut situs tirto.id, peringatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya ikan sebagai sumber makanan bergizi tinggi.
Indonesia merupakan negara maritim dengan hasil laut yang sangat melimpah.
Hasil laut seperti ikan sudah terbukti memiliki kandungan gizi tinggi. Di antaranya mencakup protein, omega 3, berbagai vitamin, dan mineral yang bagus untuk kesehatan.
Masyarakat Indonesia merayakan Hari Ikan Nasional kali ke-11 tahun ini. Peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Hari Ikan Nasional juga mendukung perbaikan gizi masyarakat, terutama generasi muda.
Harkannas turut mempromosikan ikan sebagai sumber pangan dan diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah, terutama yang berada di wilayah pesisir.
Menurut laman Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hari Ikan Nasional 2024 diperingati dengan mengusung tema Protein Ikan untuk Generasi Emas.
Tema mencerminkan komitmen pemerintah dan masyarakat yang terus memaksimalkan sektor perikanan, demi membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul di masa depan.
Harkannas memiliki logo yang sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70 Tahun 2014 tentang Logo Hari Ikan Nasional.
Logo Harkannas bergambar siluet ikan dan manusia yang didominasi warna biru. Siluet ikan dan manusia menggambarkan kebanggaan rakyat Indonesia sebagai bangsa maritim yang gemar mengonsumsi ikan.
Siluet manusia yang mengangkat tangan itu mencerminkan semangat, kesehatan, kecerdasan, keterampilan, serta keceriaan berkat mengonsumsi ikan.
Sementara dominasi warna biru menggambarkan identitas maritim yang melekat pada masyarakat Indonesia. (ote)
Editor : Miftahul Khair