PONTIANAK POST - Tidur yang nyaman bukan cuma soal kasur empuk dan bantal yang pas, tapi juga soal kebersihan sprei yang kamu gunakan setiap hari.
Meski terlihat bersih, kenyataannya pelindung tempat tidur ini jadi tempat menumpuknya sel kulit mati, minyak tubuh, keringat, debu, hingga rambut hewan peliharaan jika kamu punya.
Itu belum termasuk kemungkinan ada tungau dan bakteri yang bersarang diam-diam.
Lantas, seberapa sering sebenarnya kita harus mengganti dan mencucinya? Melansir dari New York Times, idealnya sprei dicuci sekali dalam seminggu.
Mungkin terdengar merepotkan, apalagi kalau kamu punya jadwal padat.
Tapi mengingat kita menghabiskan sepertiga hidup di tempat tidur, merawat kebersihan seprai jadi investasi penting untuk kesehatan kulit dan kualitas tidur.
Berikut panduan lengkap agar sprei tetap bersih dan tahan lama:
- Ganti dan Cuci Setiap Minggu
Ahli kebersihan yang dikutip oleh New York Times sepakat bahwa mencuci setiap satu minggu sekali adalah langkah ideal.
Jika terlalu sibuk, setidaknya miliki cadangan agar bisa diganti secara rutin meski cucian belum sempat dikerjakan.
Ingat, kotoran yang menumpuk dari tubuh dan lingkungan bisa memicu iritasi kulit atau alergi.
- Perlakukan Noda Sebelum Dicuci
Kalau terkena noda yang bisa saja berasal dari dari makanan, minuman, atau lainnya, sebaiknya segera diberi perlakuan khusus sebelum dicuci.
Gunakan cairan penghilang noda, tekan dan gosok perlahan bagian bernoda agar larut ke dalam serat kain.
Untuk noda yang lebih membandel seperti darah atau kopi, rendam dengan larutan pembersih seperti OxiClean semalaman sebelum dimasukkan ke mesin cuci.
- Gunakan Suhu Air yang Tepat
Meski air dingin paling aman untuk menjaga warna dan tekstur, kadang kamu butuh suhu lebih hangat untuk menghilangkan noda atau bakteri.
Misalnya, jika dipakai oleh anak kecil atau orang sakit, gunakan air panas agar lebih higienis.
Namun untuk pemakaian harian, air suhu rendah sudah cukup menjaga kebersihannya.
- Hindari Pemutih Berwarna Kuat
Kalau kamu ingin terlihat lebih cerah, pilih pemutih yang aman untuk warna atau gunakan pemutih berbasis oksigen.
Sprei putih lebih direkomendasikan karena tidak mudah terlihat pudar dan cenderung lebih mudah dibersihkan dari noda membandel.
- Jangan Pakai Pelembut Kain Terlalu Sering
Pelembut kain memang bikin terasa wangi dan lembut, tapi residunya bisa mengurangi daya serap dan membuat kain terasa panas saat dipakai tidur.
Gunakan seperlunya atau hindari sama sekali jika mulai terasa pengap.
- Keringkan di Suhu Rendah
Sprei akan lebih tahan lama jika dikeringkan pada suhu rendah. Mengeringkan dengan suhu tinggi justru bisa merusak serat kain, membuatnya lebih mudah robek dan terasa kasar.
Jadi, lebih baik jemur lebih lama dengan panas rendah ketimbang membakarnya cepat dengan panas tinggi.
- Waspadai Sprei Baru Jika Kulit Sensitif
Bagi kamu yang punya kulit sensitif, sebaiknya cuci sebelum digunakan.
Beberapa sprei baru mengandung zat pelapis dari pabrik yang bisa memicu iritasi. Untuk mengurangi efeknya, tambahkan seperempat cangkir cuka putih saat mencuci pertama kali.
Baca Juga: Warna Kamar Tidur Anak Bisa Pengaruhi Tidur dan Emosinya, Ini Panduannya
Penutup
Mencuci sprei seminggu sekali bukan sekadar kebiasaan bersih-bersih, tapi langkah sederhana yang punya efek besar pada kenyamanan dan kesehatan tidur.
Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menjaganya tetap awet, nyaman, dan higienis tanpa perlu usaha ekstra.
Jadi, jangan tunggu sampai terlihat kotor. Jadikan mencuci seprai sebagai rutinitas yang rutin dan menyenangkan. (mif)
Editor : Miftahul Khair