PONTIANAK POST - Perjalanan akbar nan agung Nabi Muhammad SAW itu bernama Isra Miraj. Itu adalah perjalanan menuju perjumpaan antara Allah SWT dengan kekasihNya, Muhammad.
Sebagai pemeluk Islam kita wajib mengimani perjalanan dahsyat tersebut, entah itu terkesan logis ataupun tidak. Intinya percaya saja, bahwa itu benar terjadi.
Dalam Isra Miraj Nabi berdialog dengan Allah. Dialog tersebut tercermin dan tergambarkan sebagaimana kita ketika melakukan salat.
Dialog Nabi Kepada Allah
Melansir dari sebuah video pada Kanal YouTube Santri Gayeng, Gus Baha menjelaskan bahwa peristiwa Miraj adalah dialog yang terjadi antara Nabi Muhammad dengan Allah.
Gambaran dialog tersebut sama halnya dengan apa yang kita lakukan lima kali dalam sehari, yakni salat.
“Jadi peristiwa Miraj itu akhirnya dipakai pada salat yang biasa Anda lakukan sekarang, jadi, ketika Anda membaca tahiyat itu asal usulnya riwayat dari guru-guru kita, saat Rasulullah bertemu dengan Allah, di suatu tempat yang bernama mukahafah (terbukanya tabir),” terang dia dalam video tersebut.
Pada penjelasan yang lebih lanjut, Gus Baha menerangkan bagaimana Nabi menyapa Allah dengan kalimat sebagai berikut:
Attahiyatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaah.
“Segala kehormatan, keberkahan, kesucian, atau apa saja yang baik, itu semua milik Allah.”
Setelah Allah dipuji oleh Nabi, kemudian Allah menjawab dengan kalimat berikut:
Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
“keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya.”
Baca Juga: Isra Miraj: Perjalanan Ruh atau Sekaligus Tubuh? Simak Penjelasan Mayoritas Ulama
Nabi Muhammad yang Tidak Egois
Gus Baha menerangkan, bahwa Nabi waktu itu sudah merasa sangat beruntung karena mendapat jawaban dari Allah: Assalaamu 'alaika, Muhammad, kamu pasti mendapat keselamatan.
Meski demikian, Muhammad tetaplah Nabi yang selalu memikirkan nasib umatnya. Ia tidak egois, tidak mementingkan dirinya sendiri. Pemimpin paling agung sepanjang sejarah.
“Lalu Nabi ingat pada umatnya, sehingga Nabi minta kepada Allah supaya keselamatan itu tidak hanya kepadanya (Muhammad), agar bertambah ke umatnya atau ke yang lain yang mau Islam atau yang ingin salat,” terang Gus Baha.
Kemudian, Nabi pun mengusulkan: Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiin, ya Allah, memang betul keselamatan itu untuk kita, tapi tidak hanya saya, tapi berikan juga kepada semua hamba Allah yang saleh.
“Perkataan Nabi: Assalaamu 'alainaa, itu bukti bahwa kita punya Nabi yang sangat tidak egois, padahal sudah dijamin Allah, keselamatan untuk Nabi, tapi Nabi minta keselamatan itu, diberikan juga kepada hamba Allah yang saleh,” pungkas Gus Baha. (*)
Editor : Miftahul Khair