Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cara Bijak Meminjam Mobil Teman Tanpa Merusak Hubungan dan Kepercayaan

Chairunnisya • Minggu, 24 Mei 2026 | 07:51 WIB
Ilustrasi pinjam mobil (AI)
Ilustrasi pinjam mobil (AI)

PONTIANAK POST - Meminjam mobil milik teman, keluarga, atau tetangga sering dianggap urusan sederhana.

Padahal, hal kecil dalam proses meminjam kendaraan bisa memicu rasa tidak nyaman jika etika diabaikan. Karena itu, sikap menghargai kepercayaan menjadi hal utama yang perlu dijaga sejak awal.

Profesional public speaker & trainer Hearty Service, Dr (Cand) A.S. Mayangsari, menilai meminjam mobil bukan hanya soal memakai fasilitas, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial dalam menjaga hubungan baik.

Baca Juga: Astra Motor Kalbar Bagikan Tips #Cari_Aman Hadapi Mobilitas Tinggi dan Cuaca Tak Menentu

“Banyak konflik terjadi bukan karena kerusakan besar, tapi karena sikap yang dianggap kurang menghargai,” kata Mayang, sapaan akrabnya, dikutip dari Jawapos.

Cara Meminta Izin Tidak Boleh Memaksa

Menurut Mayang, cara meminta izin meminjam mobil perlu dilakukan dengan rendah hati. Pemilik kendaraan harus tetap diberi ruang untuk menolak tanpa merasa sungkan atau tertekan.

“Kalimat sederhana yang memberi pilihan akan membuat pemilik tidak merasa tertekan,” jelasnya.

Baca Juga: Ciri Orang Kaya Sejati Menurut Riset, Bukan dari Jam Tangan atau Mobil Mewah

Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka sebelum mobil digunakan.

Tujuan penggunaan, durasi pemakaian, rute perjalanan, hingga siapa yang mengemudi sebaiknya dijelaskan sejak awal.

Transparansi ini membantu pemilik merasa lebih tenang karena tidak ada informasi yang disembunyikan.

Baca Juga: Hindari Drama di WhatsApp Group Toxic dengan Etika Komunikasi yang Tepat

Sikap Bertanggung Jawab Menunjukkan Kedewasaan

Mayang menilai kesiapan bertanggung jawab justru menjadi tanda integritas seseorang saat meminjam kendaraan.

“Mengatakan siap bertanggung jawab bukan tanda tidak dipercaya, tapi tanda integritas,” tuturnya.

Karena itu, peminjam perlu menjaga kendaraan dengan lebih hati-hati dari biasanya.

Mengemudi secara aman, tidak memaksakan diri saat lelah, serta menjaga kebersihan interior menjadi bentuk penghormatan terhadap pemilik mobil.

Baca Juga: Memahami Etika Orang Tua Pilih Senior Living sebagai Bentuk Kemandirian Lansia

Ia juga mengingatkan agar mobil tidak dipinjamkan lagi kepada orang lain tanpa izin, meski hanya digunakan sebentar. (*)

Editor : Chairunnisya
#etiket #pinjam mobil #mobil #etika