PONTIANAK POST - Toilet umum merupakan fasilitas bersama yang digunakan banyak orang setiap hari. Karena itu, kenyamanan pengguna tidak hanya bergantung pada kebersihan fasilitas, tetapi juga pada sikap dan etika setiap orang saat menggunakannya.
Pakar etiket Ellen Tendean dari Ellen Tendean Training Center menegaskan bahwa penggunaan toilet umum memiliki aturan tidak tertulis yang sebaiknya dipahami semua orang.
Toilet Umum Adalah Ruang Bersama
Menurut Ellen, toilet umum bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga tentang menghargai pengguna lain.
Baca Juga: Jangan Biasakan Bawa HP ke Toilet! Ini Bahaya Medis yang Mengintai
’’Pakai toilet ada etikanya. Baik di mal atau tempat umum lainnya, ada hal-hal yang sebaiknya diperhatikan,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Antre dalam Satu Baris
Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah pengguna yang berdiri tepat di depan satu bilik tertentu seolah-olah sudah menandai giliran. Padahal, menurut Ellen, cara yang lebih tepat adalah mengantre dalam satu barisan.
Baca Juga: Trik Sederhana HIlangkan Bau Pesing di Toilet dengan Bahan Dapur, Tanpa Produk Kimia!
’’Antre dalam satu baris. Dan orang terdepan bisa langsung masuk ke bilik yang kosong,’’ jelasnya.
Cara ini dinilai lebih adil dan efisien karena semua pengguna memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan bilik yang tersedia.
Kondisi Darurat Perlu Dikomunikasikan
Baca Juga: Penyebab Keuangan Bocor Menurut Feng Shui: Perhatikan Posisi Toilet dan Dapur Rumah Anda!
Meski demikian, Ellen memahami bahwa ada situasi tertentu yang membuat seseorang tidak bisa menunggu terlalu lama. Dalam kondisi mendesak, komunikasi menjadi solusi terbaik.
Jika benar-benar tidak dapat menahan kebutuhan, pengguna dapat meminta izin kepada orang yang berada di posisi depan antrean.
Dengan komunikasi yang baik, situasi darurat dapat dipahami tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna lain. (*)
Editor : Chairunnisya