PONTIANAK POST –Bagi sebagian orang, durian merupakan makanan favorit. Namun, bagi yang belum pernah mencobanya, aroma durian kerap dianggap menyengat bahkan sulit diterima.
Pengalaman unik itu pernah dialami oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Marshall Green, pada tahun 1965. Dalam sebuah kesempatan, Presiden Sukarno memaksanya mencicipi durian di hadapan banyak orang. Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu cerita menarik dalam hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat.
Dikutip dari laman Historia melalui tulisan Andri Setiawan, peristiwa tersebut terjadi ketika hubungan kedua negara sedang berada dalam situasi yang memanas.
Baca Juga: Sejak Kapan Orang Indonesia Makan Durian? Jawabannya Ada di Candi Borobudur
Marshall Green Menggantikan Howard Jones
Menurut Andri Setiawan, Marshall Green resmi menyerahkan surat kepercayaan sebagai Duta Besar Amerika Serikat kepada Presiden Sukarno pada 26 Juli 1965.
Ia menggantikan Howard Jones, diplomat Amerika yang sebelumnya dikenal memiliki hubungan cukup baik dengan Sukarno.
Baca Juga: Punya Darah Tinggi tapi Ingin Makan Durian? Ini Tips Aman yang Perlu Diketahui
Berbeda dengan pendahulunya, masa tugas Marshall Green berlangsung ketika hubungan Indonesia dan Amerika Serikat tengah mengalami ketegangan akibat dinamika politik internasional.
Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat Memanas
Tahun 1965 menjadi salah satu periode paling penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.
Saat itu, Presiden Sukarno semakin mempererat hubungan dengan sejumlah negara komunis seperti Republik Rakyat Tiongkok, Republik Demokratik Vietnam, dan Korea Utara.
Di sisi lain, sikap pemerintah Indonesia terhadap Amerika Serikat semakin keras.
Dalam pidato kenegaraan 17 Agustus 1965 yang berjudul "Tahun Berdikari", Sukarno menegaskan sikapnya terhadap modal asing dan mengkritik dukungan Amerika Serikat kepada Malaysia di tengah konfrontasi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Durian Entikong Dinobatkan Jadi Juara, Ungguli 50 Kontestan dari Berbagai Kabupaten di Kalbar
Sukarno bahkan menyampaikan pertanyaan terbuka mengenai pilihan Amerika Serikat untuk memperbaiki hubungan dengan Indonesia atau tetap mendukung Malaysia.
Dipaksa Mencicipi Durian di Depan Publik
Di tengah hubungan yang tidak harmonis tersebut, terjadi sebuah peristiwa yang kemudian dikenang Marshall Green.
Baca Juga: 6 Jenis Durian Paling Populer di Indonesia: dari Bawor hingga Musang King, Mana Favorit Kamu?
Menurut catatan yang dikutip Historia, Sukarno memaksa sang duta besar mencicipi durian di depan banyak orang.
Green yang belum terbiasa dengan buah tersebut akhirnya mencobanya karena tidak dapat menolak ajakan Presiden Indonesia itu.Namun, pengalaman itu ternyata tidak meninggalkan kesan yang menyenangkan baginya.
Marshall Green Menyebut Durian Berbau Keju Busuk
Baca Juga: Durian Musang King 1 Ringgit Ludes Lima Menit, Warga Rela Antre Demi Nikmati Raja Buah
Dalam kesaksiannya, Marshall Green mengaku tidak menyukai durian.Ia bahkan menggambarkan rasa durian sebagai sesuatu yang menjijikkan dan menyamakan aromanya dengan keju yang sudah busuk.
Perbedaan selera itu menjadi gambaran menarik mengenai pertemuan dua budaya yang sangat berbeda.
Bagi masyarakat Indonesia, durian merupakan buah yang sangat digemari dan bahkan dijuluki "raja buah". Sebaliknya, bagi sebagian warga asing yang baru pertama kali mencobanya, aroma durian sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Mengapa Ada Pohon Soekarno di Padang Arafah? Begini Fakta dan Sejarahnya
Sebuah Kisah Unik di Tengah Ketegangan Diplomatik
Peristiwa Sukarno memaksa Marshall Green mencicipi durian memang terdengar sederhana. Namun, kisah tersebut menjadi salah satu cerita yang menunjukkan sisi lain hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat pada masa itu.
Di tengah situasi politik internasional yang memanas, terdapat momen-momen kecil yang memperlihatkan bagaimana budaya Indonesia diperkenalkan kepada tamu negara, termasuk melalui buah durian yang telah lama menjadi bagian dari identitas Nusantara.
Kisah ini menjadi salah satu potongan sejarah yang menarik untuk dikenang. Karena memperlihatkan perpaduan antara diplomasi, budaya, dan keunikan kuliner Indonesia pada era pemerintahan Presiden Sukarno.
Editor : Silvina