PONTIANAK POST – Di tengah hamparan sawah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tersembunyi salah satu peninggalan arkeologi paling penting dalam sejarah Indonesia. Namanya Situs Batujaya, sebuah kompleks percandian yang diyakini para ahli sebagai candi tertua di Pulau Jawa dan diduga berasal dari masa Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 hingga ke-6 Masehi
Keberadaan Situs Batujaya menjadi bukti kawasan pesisir utara Jawa telah menjadi pusat kehidupan, perdagangan, dan aktivitas keagamaan sejak lebih dari 1.500 tahun lalu. Meski belum seluruh kawasan berhasil diungkap, temuan-temuan di Batujaya terus memperkaya pemahaman tentang sejarah awal peradaban Nusantara.
Jejak Sejarah yang Tersembunyi di Tengah Persawahan
Baca Juga: Dari Budi Utomo hingga Indonesia Modern, Ini Sejarah Harkitnas
Dilansir dari laman idsejarah, situs Batujaya terletak di dua wilayah desa, yakni Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, dan Desa Talagajaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kompleks situs ini membentang di area sekitar lima kilometer persegi dan hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pesisir pantai Karawang. Menariknya, sebagian besar bangunan candi ditemukan di tengah area persawahan dan permukiman penduduk.
Selama berabad-abad, bangunan-bangunan tersebut tertutup oleh gundukan tanah yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai unur atau lemah duwur, yakni tanah yang tampak meninggi di tengah hamparan sawah.
Baca Juga: Sejarah Bendera Indonesia dan Makna Mendalam Dibalik Warna Merah Putih
Penelitian yang Terus Mengungkap Sejarah Baru
Keberadaan Situs Batujaya mulai mendapat perhatian serius setelah dilakukan penelitian arkeologi secara intensif.
Hingga pertengahan 2004, tim peneliti dari Universitas Indonesia masih terus melakukan penggalian dan penelitian di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks Batujaya memiliki jumlah situs yang jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Saat ini sedikitnya terdapat 46 titik situs yang telah teridentifikasi. Para arkeolog meyakini jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masih banyak gundukan tanah yang belum diteliti secara menyeluruh.
Temuan-temuan baru terus membuka peluang lahirnya informasi penting mengenai sejarah awal Pulau Jawa.
Diduga Dibangun pada Masa Kerajaan Tarumanegara
Baca Juga: Menyusuri Jejak Perantau Hadramaut Yaman yang Membangun Kerajaan Kubu di Kalbar
Salah satu alasan Situs Batujaya menjadi sangat penting adalah dugaan kuat bahwa kompleks ini berasal dari masa Kerajaan Tarumanegara.
Meski hingga kini penelitian masih berlangsung dan berbagai data terus dikaji, banyak ahli berpendapat candi-candi di Batujaya dibangun sekitar abad ke-5 hingga ke-6 Masehi, menjadikannya lebih tua dibandingkan sejumlah candi terkenal lain di Pulau Jawa.
Apabila dugaan tersebut terus diperkuat oleh bukti arkeologi, Batujaya akan menjadi salah satu saksi penting perkembangan agama dan kebudayaan pada masa awal kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.
Baca Juga: Syawal di Zaman Kerajaan Islam, Jejaknya Hidup dalam Tradisi Melayu Kalbar
Empat Candi yang Telah Dipugar
Dari puluhan titik situs yang ditemukan, beberapa bangunan telah berhasil dipugar sehingga bentuknya mendekati kondisi semula.
Empat di antaranya ialah:
Baca Juga: Inilah Kisah Menarik Gajah Mada dan Sumpah Palapa yang Melegenda
- Candi Jiwa (Batujaya I)
- Candi Blandongan (Batujaya V)
- Candi Serut (Batujaya VII)
- Candi Sumur (Batujaya VIII)
Keempat candi tersebut kini menjadi objek penelitian sekaligus tujuan wisata sejarah yang banyak dikunjungi pelajar, peneliti, maupun wisatawan.
Arsitekturnya yang menggunakan bata merah menunjukkan teknik pembangunan yang telah berkembang pada zamannya.
Baca Juga: Benarkah Candi Borobudur Warisan Nabi Sulaiman? Ini Ulasannya
Menghadap ke Arah yang Sama
Salah satu fakta menarik dari kompleks Batujaya adalah orientasi bangunan candinya.
Para peneliti menemukan bahwa seluruh bangunan candi yang telah teridentifikasi memiliki arah hadap yang relatif sama, yakni sekitar 50 derajat dari arah utara.
Baca Juga: Mengenang Soeharto di Hari Kelahirannya, Dari Kritik Sejarah hingga Gelar Pahlawan Nasional
Keseragaman orientasi tersebut diduga bukan suatu kebetulan, melainkan berkaitan dengan konsep keagamaan, astronomi, atau tata ruang yang diterapkan oleh masyarakat pada masa itu.
Namun hingga kini, alasan pasti mengenai kesamaan arah bangunan tersebut masih menjadi bahan kajian para arkeolog.
Menjadi Kunci Memahami Sejarah Awal Jawa
Baca Juga: Presiden Sukarno Ternyata Pernah Memaksa Dubes AS Mencicipi Durian, Apa Kata Sang Dubes?
Situs Batujaya memiliki arti penting bukan hanya bagi Kabupaten Karawang, tetapi juga bagi sejarah Indonesia secara keseluruhan.
Keberadaan kompleks percandian ini menunjukkan wilayah pesisir utara Jawa telah menjadi pusat aktivitas manusia sejak masa yang sangat awal. Temuan-temuan arkeologi di Batujaya turut membantu para sejarawan menyusun kembali perjalanan lahirnya peradaban di Pulau Jawa sebelum munculnya kerajaan-kerajaan besar pada masa berikutnya.
Masih banyak bagian Situs Batujaya yang belum digali. Karena itu, setiap penelitian baru berpotensi menghadirkan temuan yang semakin memperjelas sejarah panjang Nusantara.
Editor : Silvina