PONTIANAK POST - Memiliki rumah berukuran terbatas bukan berarti harus mengesampingkan kebutuhan akan ruang ibadah.
Dengan penataan yang tepat, sudut kecil di dalam rumah dapat diubah menjadi musala atau mihrab yang nyaman, fungsional, sekaligus menyatu dengan desain interior.
Dilansir dari Jawapos, kreator konten home living Nindy Sasmita menjadi salah satu pemilik rumah yang menghadirkan mihrab khusus di kediamannya.
Baca Juga: Tips Mendesain Carport Nyaman agar Rumah Tetap Rapi dan Fungsional
Menurutnya, perencanaan yang matang membuat ruang ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga menjadi area yang menenangkan.
Sesuaikan Ukuran dengan Luas Rumah
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ukuran ruang. Besaran musala dapat disesuaikan dengan luas rumah serta jumlah anggota keluarga yang akan menggunakannya.
Baca Juga: Tips Menentukan Bahan dan Warna Gorden Sesuai Konsep Interior Rumah
’’Untuk rumah minimalis, biasanya ukuran musala sekitar 0,7 meter x 1,4 meter sudah cukup,’’ paparnya.
Selain ukuran, Nindy juga memberikan perhatian pada desain lantai.
Area mihrab sengaja dibuat sedikit lebih tinggi dibandingkan ruang di sekitarnya untuk memberikan penegasan fungsi sebagai ruang ibadah.
Pilih Material yang Memberikan Kesan Hangat
Untuk menciptakan suasana yang nyaman, Nindy memilih konsep white and wood yang mendominasi hampir seluruh interior rumahnya, termasuk area mihrab.
Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey
’’Hampir semua interior bermotif kayu karena terasa lebih hangat dan menenangkan,’’ ungkapnya.
Material vinyl juga dipilih sebagai pelapis lantai karena memberikan kesan hangat sekaligus nyaman saat digunakan untuk beribadah.
’’Pakai material vinyl karena tampilannya hangat dan nyaman untuk beribadah,’’ katanya.
Tambahkan Kabinet agar Lebih Fungsional
Agar ruang ibadah semakin menarik sekaligus fungsional, Nindy menambahkan kabinet penyimpanan di kedua sisi dinding.
Baca Juga: Tips Memilih Partisi Rumah agar Ruangan Tetap Lapang dan Nyaman
Pada bagian tengah kabinet terdapat aksen lengkung yang dipadukan dengan lafaz Allah sehingga menjadi titik fokus ruangan.
’’Lemari kabinet ini sengaja aku bikin lebih tinggi sehingga memberikan penegasan fungsi sekaligus menghadirkan kesan sakral."
Selain memperkuat tampilan ruang, kabinet tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan.
’’Lemari kabinet ini sengaja aku bikin lebih tinggi sampai ke platform, jadi bisa dimanfaatkan untuk ruang penyimpanan. Di bagian tengahnya juga ada ambalan yang bisa dipakai untuk menaruh dekorasi,’’ jelasnya.
Baca Juga: Tips Bersihkan Rumah Tanpa Banyak Bahan Kimia
Lengkapi dengan Pencahayaan Hangat
Sebagai sentuhan akhir, Nindy menggunakan wall panel bermotif kayu pada sisi kanan dan kiri dinding serta pencahayaan bernuansa hangat.
Menurutnya, perpaduan elemen-elemen tersebut mampu menghadirkan suasana yang bersih, tenang, dan nyaman sehingga ruang ibadah terasa lebih khusyuk digunakan setiap hari. (*)
Editor : Chairunnisya