PONTIANAK POST - Oli mesin memiliki peran penting dalam menjaga performa dan usia pakai kendaraan.
Karena itu, pemilik mobil maupun motor tidak hanya perlu rutin mengganti oli, tetapi juga memastikan produk yang digunakan benar-benar asli agar mesin tetap bekerja secara optimal.
Penggantian oli merupakan bagian penting dari perawatan kendaraan. Dengan mengganti oli secara berkala, komponen mesin dapat bekerja sebagaimana mestinya sekaligus mengurangi risiko kerusakan.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kasus Oli Palsu di Kalbar, Dari Penyidikan hingga Segera Disidangkan
Dilansir dari Otospector, untuk sepeda motor, penggantian oli umumnya dilakukan setiap dua hingga tiga bulan atau setiap kelipatan 4.000 kilometer.
Sementara itu, pada mobil, oli dapat diganti setiap enam bulan atau pada kelipatan 5.000 hingga 10.000 kilometer.
Frekuensi penggantian juga dapat menyesuaikan kondisi serta intensitas penggunaan kendaraan.
Baca Juga: Kasus Oli Palsu Edi Chou Naik Tahap Penuntutan, Polda Kalbar Limpahkan Tersangka ke Kejari Mempawah
Namun, pemilik kendaraan perlu lebih waspada karena saat ini oli mesin palsu sudah banyak beredar di pasaran.
Sekilas, kemasannya memang tampak mirip dengan produk asli. Padahal, penggunaan oli palsu berisiko merusak mesin dan menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Berikut beberapa cara membedakan oli mesin asli dan palsu.
Baca Juga: BPM Kalbar Desak Polisi Bongkar Jaringan Cukong di Balik Kasus Oli Palsu
1. Periksa Tutup Botol dan Segel
Oli asli memiliki tutup botol yang terpasang rapat serta segel dengan logo atau tanda khusus dari pabrikan sehingga sulit dipalsukan.
Sebaliknya, apabila segel terlihat rusak, tidak rapat, atau tampak tidak seperti produk baru, pemilik kendaraan perlu lebih berhati-hati karena ada kemungkinan oli tersebut merupakan produk palsu.
2. Amati Tekstur dan Warna Oli
Tekstur dan warna juga dapat menjadi petunjuk untuk mengenali keaslian oli. Oli asli umumnya memiliki tekstur yang stabil dengan warna jernih sesuai spesifikasinya.
Baca Juga: Kasus Oli Palsu di Kalbar P-21, Polda Segera Serahkan Tersangka dan Barang Bukti
Sementara itu, oli palsu sering kali memiliki tekstur yang berbeda, baik lebih encer maupun lebih kental dari seharusnya, serta warna yang terlihat keruh.
3. Perhatikan Kualitas Kemasan
Kemasan oli asli umumnya menggunakan botol atau kaleng dengan kualitas yang baik, kokoh, dan rapi. Desain kemasan juga terlihat tajam dengan warna yang cerah.
Sebaliknya, oli palsu biasanya menggunakan wadah yang tampak lebih murah, label terlihat buram, dan hasil cetak kemasan kurang rapi sehingga mudah dikenali jika diperhatikan dengan saksama.
Baca Juga: Kasus Oli Palsu di Kalbar Resmi P-21, Kejati Tunggu Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti
4. Pastikan Ada Hologram dan Label Berkualitas
Salah satu ciri oli asli adalah adanya hologram dan label yang dicetak dengan kualitas tinggi.
Sebaliknya, label pada oli palsu biasanya memiliki hasil cetak yang kurang baik, warna tampak pudar, dan tulisan kurang jelas.
Jika kemasan tidak memiliki hologram, pemilik kendaraan patut mencurigai keaslian produk tersebut.
Baca Juga: Bantah Edi Chow Oplos Oli, Kuasa Hukum: Bukan Palsu, Hanya Tidak Sesuai Spesifikasi
5. Cek Tanggal Produksi dan Nomor Batch
Produsen oli asli selalu mencantumkan tanggal produksi serta nomor batch pada kemasan produk. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengecek kesesuaian produk yang dibeli.
Jika tanggal produksi maupun nomor batch tidak terlihat jelas atau tampak tidak konsisten, ada kemungkinan oli tersebut merupakan produk palsu.
Memastikan oli yang digunakan benar-benar asli sama pentingnya dengan mengganti oli secara rutin.
Dengan lebih teliti saat membeli, pemilik kendaraan dapat menjaga performa mesin sekaligus menghindari risiko kerusakan akibat penggunaan oli palsu. (*)
Editor : Chairunnisya