Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kisah Cinta Rahadi Osman (Bag-3): Oetari Terus Didatangi Mimpi yang Sulit Dilupakan

Silvina • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:55 WIB
Saat peresmian RSAL Rahadi Osman di Batulayang Pontianak. (IST)
Saat peresmian RSAL Rahadi Osman di Batulayang Pontianak. (IST)

 

PONTIANAK POST – Kepergian Rahadi menuju medan perjuangan tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi Oetari. Di tengah penantian yang panjang tanpa kabar, gadis muda itu justru berkali-kali didatangi mimpi yang kelak diyakininya sebagai pesan terakhir dari lelaki yang sangat dicintainya.

Kisah ini dituturkan Syafaruddin Daeng Usman, peneliti dan penulis sejarah asal Kalimantan Barat.

Tatapan Terakhir dari Bordes Kereta

Baca Juga: Kisah Cinta Rahadi Osman (Bag-1) : Senja Perpisahan di Stasiun Jatinegara yang Menjadi Awal Segalanya

Peluit kepala stasiun berbunyi panjang. Kereta perlahan mulai bergerak meninggalkan Stasiun Jatinegara. Rahadi melepaskan pelukan Oetari, kemudian melompat ke bordes gerbong terakhir.

Dengan tubuh tegap, wajah tenang, dan sorot mata yang penuh keyakinan, perwira muda itu tetap memandang Oetari hingga kereta semakin menjauh.

Bagi Oetari, pemandangan itu tidak pernah hilang dari ingatannya.Ia masih dapat membayangkan sosok Rahadi yang gagah dengan pakaian tempur, rela meninggalkan perempuan yang dicintainya demi menjalankan tugas membela bangsa dan tanah air.

Baca Juga: Kisah Cinta Rahadi Osman (Bag-2) : Rahadi Memilih Republik, Oetari Memilih Setia Menunggu

Kereta akhirnya menghilang di kejauhan.Namun bayangan Rahadi tetap tinggal di hati Oetari.

Penantian yang Tak Pernah Berakhir

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.Tak ada kabar yang datang.Oetari hanya bisa berharap Rahadi dalam keadaan selamat.

Baca Juga: Ketua DPD RI  Pernah Tinjau Benteng Kota Batu Mempawah, Bukti Pentingnya Warisan Sejarah Kerajaan

Di tengah penantian itu, ia mulai mengalami mimpi-mimpi yang terasa begitu nyata.Mimpi tersebut bukan sekadar bunga tidur, tetapi seolah membawa pesan yang sulit dijelaskan dengan akal.

Dua Mimpi yang Selalu Membekas

Dalam mimpi pertama, Oetari melihat dirinya berjalan bergandengan tangan dengan Rahadi di tepi sebuah danau.

Baca Juga: Mengenang Soeharto di Hari Kelahirannya, Dari Kritik Sejarah hingga Gelar Pahlawan Nasional

Rahadi masih mengenakan pakaian tempur.Namun ada pemandangan yang terasa ganjil.Rahadi berjalan di atas permukaan air, sedangkan Oetari tetap melangkah di daratan.

Di kejauhan tampak bangunan menyerupai pabrik yang telah hancur, seolah menjadi saksi kerasnya suasana peperangan.

Mimpi kedua menghadirkan suasana yang berbeda.Rahadi dan Oetari berjalan berdampingan melewati sebuah hutan atau kebun yang rimbun.

Baca Juga: Rumah Adat Turun Temurun di Mempawah Kian Lapuk dan Kosong, Cagar Budaya Ini Menanti Perhatian

Mereka kemudian duduk di bawah pohon besar yang teduh.Di hadapan mereka terbentang hamparan rumput hijau, lembah, dan perbukitan yang bergelombang.

Suasananya begitu damai.Begitu sunyi.Seolah dunia hanya menjadi milik mereka berdua.

Pesan yang Dipahami Lewat Mimpi

Baca Juga: Di Hari Terakhir Menjabat Pj Wako, Edi Suryanto Sampaikan Pesan Perpisahan

Oetari terus memikirkan arti dari kedua mimpi tersebut.Di dalam hatinya muncul keyakinan bahwa Rahadi sedang menyampaikan sesuatu.

Genggaman tangan yang tidak pernah terlepas seolah menjadi lambang bahwa cinta mereka akan tetap menyatu, meski dipisahkan oleh ruang, waktu, bahkan kematian.

Pemandangan alam yang begitu indah dalam mimpinya juga menghadirkan kesan tentang sebuah tempat yang tenang dan abadi.Oetari tidak mengetahui apakah semua itu benar-benar sebuah pertanda.

Baca Juga: Inilah Kisah Menarik Gajah Mada dan Sumpah Palapa yang Melegenda

Namun, semakin ia mengingatnya, semakin kuat pula perasaannya bahwa Rahadi sedang berpamitan dengan cara yang tidak biasa.

Menerima Takdir dengan Air Mata

Kesadaran itu membuat Oetari tak kuasa menahan tangis.Ia mulai menerima kenyataan bahwa Rahadi bukan hanya miliknya seorang.

Baca Juga: Kisah Rumah Pertama di Desa Mendalok Mempawah, Warisan Perantau Sambas yang Dihuni Hingga Generasi Ketiga

Lelaki yang dicintainya telah memilih mengabdikan hidupnya kepada bangsa dan negara hingga titik darah penghabisan.Meski demikian, Oetari tidak pernah menganggap cintanya berakhir.

Baginya, kenangan bersama Rahadi tetap hidup, tersimpan rapi di dalam hati sebagai bagian terindah dalam perjalanan hidupnya.

Sementara itu, di tempat lain, perjuangan Rahadi masih terus berlangsung. Tidak ada yang mengetahui bagaimana nasib sang perwira muda di medan perang. Namun sejarah kemudian mencatat, kisah cintanya dengan Oetari akan menjadi salah satu cerita paling mengharukan yang lahir dari masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

(Bersambung ke Artikel 4: Kabar yang Selama Ini Ditunggu Oetari Akhirnya Datang, Tetapi Isinya Mengubah Segalanya.)

 

Editor : Silvina
kisah cinta pahlawan Oetari dan Rahadi Mimpi-mimpi Oetari kisah haru pahlawan Rahadi Osman