Ibu Kota Republik Lanfang Diyakini Berada di Mandor, Ini Jejak Peradabannya yang Masih Tersisa

Silvina • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:18 WIB
Lukisan wajah Luo Fangbo, presiden pertama Republik Lanfang yang ibukotanya diyakini ada di Mandor Kabupaten Landak (DOK WIKIPEDIA)
Lukisan wajah Luo Fangbo, presiden pertama Republik Lanfang yang ibu kotanya diyakini ada di Mandor Kabupaten Landak (DOK WIKIPEDIA)

 

PONTIANAK POST – Mandor di Kabupaten Landak selama ini dikenal sebagai kawasan bersejarah karena aktivitas pertambangan emas. Bahkan daerah ini disebut sebagai pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Lanfang yang berdiri lebih dari satu abad.

 Informasi mengenai Mandor sebagai pusat Republik Lanfang diantaranya diulas dalam unggahan Instagram @leo, Sementara jejak-jejak sejarahnya turut ditelusuri dalam tayangan YouTube Record PNK Channel.

Berawal dari Perkongsian Tambang Emas

Baca Juga: Mengenal Republik Lanfang di Kalimantan Barat, Republik Pertama di Nusantara yang Berdiri 107 Tahun

Republik Lanfang pada awalnya bukan langsung berbentuk negara. Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram @leo, pusat pemerintahan Republik Lanfang berada di Mandor.

Kawasan tersebut mula-mula berkembang sebagai perkongsian pertambangan emas yang menaungi ribuan pekerja Tionghoa Hakka sekitar tahun 1777.

Mandor diyakini sebagai pusat pemerintahan karena pada masa itu merupakan kawasan pertambangan emas terbesar yang menjadi tujuan kedatangan para perantau Hakka dari Tiongkok.

Baca Juga: Benarkah Pendiri Singapura Lee Kuan Yew Keturunan Republik Lanfang? Ini Penjelasannya

Dari Tambang Emas Menjadi Pusat Pemerintahan

Aktivitas ekonomi yang berkembang pesat membuat wilayah ini tidak hanya menjadi pusat produksi emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat permukiman, perdagangan, hingga pengambilan berbagai keputusan penting dalam pemerintahan Republik Lanfang.

Dari Mandor pula, berbagai kebijakan pemerintahan dijalankan, mulai dari pengelolaan perkongsian tambang, penyelenggaraan pemilihan pemimpin, hingga penerapan aturan yang berlaku bagi masyarakat di bawah naungan Republik Lanfang.

Baca Juga: Benarkah Pendiri Singapura Lee Kuan Yew Keturunan Republik Lanfang? Ini Penjelasannya

Peran strategis tersebut membuat Mandor kerap disebut sebagai ibu kota atau pusat pemerintahan Republik Lanfang sebelum akhirnya pemerintahan itu dibubarkan oleh Belanda pada 1884.

Jejak Peradaban Masih Dapat Ditemukan

Jejak kejayaan Republik Lanfang hingga kini masih dapat ditemukan di sejumlah lokasi di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Fakta Sebelum Peristiwa Mandor (Bag-1):  Jepang Tebar Teror di Istana Kadriyah Pontianak

Dalam tayangan YouTube Record PNK Channel, diperlihatkan sejumlah peninggalan yang berkaitan dengan sejarah Republik Lanfang, seperti Taman Lanfang yang dibangun untuk mengenang Luo Fangbo serta beberapa kelenteng yang didedikasikan sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Republik Lanfang.

Keberadaan situs-situs tersebut menjadi bukti Mandor tidak hanya dikenal sebagai kawasan pertambangan emas, tetapi juga pernah menjadi pusat berkembangnya salah satu republik demokratis paling awal di Asia.

Dipimpin 13 Presiden

Baca Juga: Fakta Sebelum Peristiwa Mandor (Bag-2) : 60 Keluarga Kesultanan Dibawa Pergi, Banyak Tak Kembali

Republik Lanfang memiliki berbagai perangkat pemerintahan yang cukup lengkap untuk ukuran zamannya.

Selama berdiri lebih dari satu abad, Republik Lanfang dipimpin oleh 13 presiden.Luo Fangbo tercatat sebagai presiden pertama, sedangkan Liu Aseng menjadi presiden terakhir sebelum pemerintahan itu dibubarkan oleh Belanda pada 1884.

Meski memiliki pemerintahan sendiri, Republik Lanfang saat itu tetap berada dalam lingkup kekuasaan Kesultanan Pontianak.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Makam Juang Mandor, Dari Kawasan Militer Jepang hingga Menjadi Situs Sejarah Kalimantan Barat

Warisan Sejarah yang Tetap Hidup

Kini, meski kejayaan Republik Lanfang telah menjadi bagian dari sejarah, Mandor tetap menyimpan jejak penting perjalanan peradaban di Kalimantan Barat.

Berbagai peninggalan dan kisah yang masih diwariskan menjadi pengingat  daerah ini pernah menjadi pusat lahirnya sebuah pemerintahan yang menerapkan sistem demokrasi jauh sebelum Indonesia merdeka.

 

Menjaga dan mengenalkan sejarah tersebut kepada generasi muda menjadi langkah penting agar warisan berharga itu tidak hilang ditelan zaman.

Editor : Silvina
sejarah republik lanfang republik lanfang ibu kota republik lanfang mandor ibu kota lanfang jejak peradabang republik lanfang