PONTIANAK POST - Snake plant atau tanaman lidah mertua (Dracaena trifasciata) dikenal sebagai tanaman hias yang tahan terhadap berbagai kondisi. Meski demikian, lokasi penempatan tetap berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhannya.
Balcony Garden Web menyebut ada lima lokasi yang sebaiknya dihindari ketika menempatkan lidah mertua di dalam maupun sekitar rumah.
Kondisinya berkaitan dengan paparan cahaya, sirkulasi udara, kelembapan, perubahan suhu, dan ketersediaan cahaya.
Baca Juga: 7 Cara Membuat Snake Plant Tumbuh Tegak dan Rapi
1. Tempat dengan Sinar Matahari Langsung
Lidah mertua dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi cahaya. Namun, paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat membuat daunnya terbakar.
Paparan sinar yang terlalu kuat dapat menyebabkan daun berubah cokelat dan memicu masalah lainnya. Tanaman ini lebih sesuai ditempatkan pada cahaya matahari yang tersaring atau tidak langsung.
2. Area dengan Ventilasi Buruk
Tempat dengan sirkulasi udara buruk juga sebaiknya dihindari. Udara yang stagnan dapat menciptakan lingkungan lembap yang meningkatkan risiko busuk akar dan penyakit akibat jamur.
Baca Juga: Daun Snake Plant Berubah Cokelat? Ini 7 Penyebab dan Solusinya
Lidah mertua masih dapat ditempatkan di kamar mandi atau dapur yang memiliki kelembapan lebih tinggi, tetapi area tersebut harus memiliki ventilasi yang memadai.
Tanaman ini umumnya lebih menyukai kondisi dalam ruangan yang lebih kering, dengan kelembapan sekitar 40 persen.
Meletakkan lidah mertua terlalu dekat dengan tanaman yang sering disiram juga kurang ideal karena dapat meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman dan membuatnya berisiko lebih sering terkena air.
Baca Juga: 7 Cara Membuat Snake Plant Tumbuh Melengkung dan Artistik Tanpa Merusak Daun
3. Lokasi yang Terlalu Basah
Kelembapan dan air berlebihan bukan kondisi yang baik bagi lidah mertua. Air hujan atau rembesan yang terus-menerus dapat membuat air menggenang di dalam pot.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko busuk akar dan infeksi jamur. Karena itu, lidah mertua sebaiknya tidak ditempatkan di dekat jendela tanpa pelindung, balkon terbuka, atau lokasi yang mudah terkena hujan deras dan mengalami genangan.
4. Dekat Pintu dan Jendela yang Sering Terbuka
Perubahan suhu secara tiba-tiba akibat aliran udara juga dapat mengganggu lidah mertua. Tanaman sebaiknya tidak ditempatkan terlalu dekat dengan ventilasi udara, pemanas, pendingin, pintu, atau jendela yang sering dibuka dan ditutup.
Baca Juga: 6 Cara Membuat Snake Plant Tumbuh Membentuk Kipas yang Rapi
Perubahan suhu dan arus udara yang terus-menerus dapat menyebabkan perubahan warna hingga daun menjadi lembek. Lidah mertua merupakan tanaman tropis yang lebih sesuai dengan suhu hangat dan stabil.
5. Sudut Ruangan yang Gelap
Kemampuan lidah mertua bertahan dalam kondisi minim cahaya bukan berarti tanaman dapat ditempatkan di ruangan yang benar-benar gelap. Tanaman tetap membutuhkan cahaya untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan energi bagi pertumbuhan.
Baca Juga: 5 Jenis Lidah Mertua Berbentuk Berlian yang Unik dan Mudah Dirawat
Kekurangan cahaya dalam waktu lama dapat membuat lidah mertua melemah, warnanya menjadi pucat, dan pertumbuhannya memanjang serta kurus.
Sudut ruangan yang gelap juga cenderung memiliki sirkulasi udara buruk sehingga dapat meningkatkan risiko munculnya jamur dan hama.
Lokasi Menentukan Kondisi Tanaman
Ketahanan lidah mertua membuat tanaman ini relatif mudah dirawat, tetapi bukan berarti semua lokasi cocok untuknya. Pemilihan tempat yang tepat perlu memperhatikan intensitas cahaya, kelembapan, sirkulasi udara, serta kestabilan suhu.
Baca Juga: Cara Membentuk Daun Snake Plant Jadi Spiral Tanpa Merusaknya
Dengan menghindari lima lokasi tersebut, tanaman lidah mertua dapat ditempatkan pada lingkungan yang lebih sesuai untuk mempertahankan pertumbuhan dan kondisi daunnya. (*)
Editor : Chairunnisya