PONTIANAK POST - Tanaman lidah mertua (snake plant) terkenal sebagai salah satu tanaman hias paling tangguh dan hampir tidak bisa mati. Daunnya yang menjulang tegak dengan corak khas serta perawatannya yang amat mudah menjadikan lidah mertua favorit banyak pecinta tanaman, baik pemula maupun kolektor berpengalaman.
Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa tanaman ini sebenarnya bisa mengeluarkan bunga yang sangat anggun dan harum jika berada dalam kondisi lingkungan yang tepat.
Sebagaimana disadur dari MarthaStewart.com, munculnya bunga berbentuk tabung dengan aroma semerbak pada lidah mertua merupakan kejutan istimewa yang menandakan keberhasilan perawatan.
Para pakar hortikultura membagikan rahasia dan panduan untuk memicu hadirnya bunga langka tersebut.
Baca Juga: Selain Snake Plant, 3 Tanaman Ini Cocok untuk Menghiasi Rumah, Bikin Makin Asri dan Menarik
Bentuk dan Karakteristik Bunga
Lidah mertua yang berbunga akan memunculkan tangkai hijau tinggi yang dipenuhi kelopak bunga kecil berbentuk tabung. Bunga ini umumnya mekar bertahap dari bagian bawah ke atas pada malam hari, sembari menyebarkan aroma manis segar mirip wewangian rumput.
Sebagian spesies menghasilkan bunga berwarna putih, sementara varietas lainnya memiliki corak merah muda hingga violet. Selama proses pembungaan, bunga lidah mertua kerap mengeluarkan cairan nektar lengket yang merupakan fenomena alami.
Waktu Berbunga dan Mitos Kesehatan Tanaman
Pembungaan biasanya terjadi pada pertengahan musim panas ketika tanaman sudah mencapai usia matang dan mendapatkan stimulasi lingkungan yang mendukung, seperti pencahayaan terang tidak langsung serta fluktuasi suhu.
Ada anggapan bahwa munculnya bunga menandakan tanaman lidah mertua sedang sekarat. Mitos ini ditepis tegas oleh hortikulturis dan edukator tanaman hias, Bex Claire Hamell.
Baca Juga: Botol Plastik Bekas Bisa Jadi Cetakan Snake Plant, Hasilnya Tak Lagi Tumbuh Lurus
" Hal ini sebenarnya hanya berarti Anda memiliki tanaman dewasa yang mendapatkan cukup cahaya, air, dan nutrisi," Bex Claire Hamell, seorang pendidik tanaman hias dan ahli hortikultura pemenang penghargaan.
Ia menambahkan bahwa tanaman yang tidak sehat justru tidak akan mampu berbunga. " Saya telah melihat banyak tanaman lidah mertua yang kondisinya tidak sehat, dan tidak satu pun di antaranya yang berbunga."
Varietas yang Mudah Berbunga
Kendati hampir semua jenis lidah mertua memiliki potensi berbunga, beberapa varietas terbukti lebih responsif:
- Paling Mudah Berbunga: Dracaena 'Fernwood' dan Dracaena angolensis (sebelumnya dikenal sebagai Sansevieria cylindrica).
- Jarang Berbunga: Dracaena trifasciata 'Hahnii' sangat jarang memunculkan bunga karena faktor mutasi genetik.
- Lambat Berbunga: Dracaena pinguicula memiliki laju pertumbuhan yang lambat sehingga tergolong jarang berbunga.
Trik dan Langkah Perawatan Memicu Pembungaan
Presiden Cactus and Succulent Society of America, Rod Haenni, menjelaskan bahwa kunci utama memicu bunga adalah dengan meniru habitat alami tanaman tersebut.
"Memancing tanaman lidah mertua Anda untuk berbunga berarti Anda telah berhasil menciptakan kembali kondisi yang menyerupai habitat aslinya," jelas Haenni.
Baca Juga: 8 Trik agar Snake Plant Tumbuh Lebih Cepat dan Banyak Anakan
Berikut langkah-langkah perawatan yang direkomendasikan para ahli:
- Biarkan Tanaman Dewasa: Lidah mertua membutuhkan waktu minimal dua tahun di pot yang sama untuk mencapai tingkat kematangan sebelum sanggup berbunga. "Hal ini biasanya berarti tanaman tersebut memiliki beberapa daun yang sudah mencapai ukuran dewasa dan mulai menyebar.," ungkap Hamell.
- Biarkan Akar Padat (Pot-Bound): Lidah mertua lebih mudah berbunga jika sistem perakarannya sudah memenuhi pot. Haenni menyarankan pergantian pot (repotting) dilakukan cukup 2-3 tahun sekali. "Agar memiliki peluang terbaik untuk berbunga, tanaman ini perlu berada dalam kondisi di mana sistem akarnya memenuhi pot (padat akar)," papar Haenni. Penggunaan pot tanah liat (terracotta) sangat disarankan karena memiliki sirkulasi udara yang baik.
- Optimalkan Cahaya: Tempatkan tanaman di lokasi yang mendapat sinar matahari terang secara tidak langsung. Tanaman ini sangat menyukai paparan sinar matahari pagi dari arah timur.
- Manfaatkan Fluktuasi Suhu: Meletakkan tanaman di luar ruangan selama musim panas hingga awal musim gugur membantu tanaman merasakan fluktuasi suhu alami yang merangsang proses pembungaan.
- Atur Pola Penyiraman: Lakukan penyiraman secara mendalam tetapi tidak terlalu sering. Biarkan media tanam kering sepenuhnya di antara jadwal penyiraman. " Tanaman lidah mertua tidak akan berbunga jika kekurangan air, namun tanaman ini juga tidak menyukai media tanam yang terlalu basah atau becek," ingat Hamell.
- Pemupukan Ringan: Berikan pupuk tanaman hias seimbang sebanyak 3 hingga 4 kali setahun selama masa pertumbuhan aktif (musim semi dan musim panas).
- Gunakan Media Tanam Cepat Mengalir (Quick-Draining): Tambahkan perlit, batu apung, kerikil, atau serpihan kayu pada racikan tanah untuk meningkatkan porositas.
Baca Juga: 5 Tempat yang Sebaiknya Dihindari untuk Meletakkan Snake Plant
Untuk memastikan media tanam sudah ideal, Haenni memberikan trik pengujian sederhana: genggam tanah dengan kuat lalu buka kepalan tangan Anda. "Jika campuran tersebut langsung hancur, hasilnya sempurna!" pungkas Haenni.
Editor : Miftahul Khair