PONTIANAK POST - Tanaman hias di dalam rumah dapat menjadi elemen dekorasi yang membuat ruangan terasa lebih segar. Namun, tanaman indoor tetap membutuhkan perawatan yang tepat agar tidak mudah layu, menguning, atau mengalami gangguan pada akar.
Berbeda dari tanaman yang tumbuh di luar ruangan, tanaman indoor sangat bergantung pada kondisi lingkungan di dalam rumah. Cahaya, air, kelembapan, suhu, media tanam, hingga ukuran pot perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman.
1. Sesuaikan dengan kebutuhan cahaya
Cahaya menjadi salah satu faktor terpenting dalam pertumbuhan tanaman indoor. Banyak tanaman hias memang dapat bertahan dalam kondisi minim cahaya, tetapi sebagian besar tetap tumbuh lebih baik jika mendapatkan cahaya terang tidak langsung.
Karena itu, jangan langsung menempatkan tanaman di bawah sinar matahari yang terik. Pilih lokasi yang mendapatkan cahaya cukup, misalnya di dekat jendela dengan paparan cahaya yang tersaring.
Jika cahaya terlalu sedikit, tanaman dapat tumbuh memanjang dengan batang yang lemah dan daun berukuran lebih kecil. Sebaliknya, cahaya berlebihan dapat menyebabkan daun menguning atau terbakar pada jenis tanaman tertentu.
Baca Juga: Sering Dianggap Cuma Tanaman Hias, Ternyata Lidah Mertua Punya Manfaat Tak Terduga
2. Jangan menyiram berdasarkan jadwal tetap
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam merawat tanaman indoor adalah menyiram dengan jadwal yang sama tanpa melihat kondisi tanah.
Kebutuhan air berbeda-beda, tergantung jenis tanaman, ukuran pot, media tanam, suhu, kelembapan dan jumlah cahaya yang diterima. Karena itu, tanaman sebaiknya disiram berdasarkan kondisi media tanam, bukan sekadar karena sudah waktunya menyiram.
Saat menyiram, basahi media secara menyeluruh hingga air keluar melalui lubang drainase. Setelah itu, buang air yang tertampung di tatakan agar akar tidak terus berada dalam kondisi tergenang.
Baca Juga: 3 Cara Mudah Mengetahui Tomat Sudah Matang, Lihat Warna hingga Tekstur Buah
3. Gunakan pot dengan drainase
Pot dengan lubang drainase penting untuk mencegah kelebihan air berada terlalu lama di sekitar akar.
Jangan membiarkan bagian bawah pot terendam air. Kondisi terlalu basah dapat menyebabkan akar mengalami kerusakan bahkan membusuk.
Jika ingin menggunakan pot dekoratif yang tidak memiliki lubang, tanaman dapat ditempatkan terlebih dahulu dalam pot yang memiliki drainase, kemudian dimasukkan ke dalam pot dekoratif tersebut.
Baca Juga: Feng Shui Taman Rumah: Hindari Bentuk Segitiga dan Perhatikan Letak Tanaman
4. Pilih media tanam yang sesuai
Media tanam untuk tanaman indoor sebaiknya mampu menahan air sekaligus memiliki pori-pori yang cukup untuk sirkulasi udara dan drainase.
Media yang terlalu padat dapat menghambat aerasi akar. Sebaliknya, media yang terlalu cepat kehilangan air juga dapat membuat tanaman lebih sering mengalami kekeringan. Pemilihan campuran media perlu disesuaikan dengan jenis tanaman.
5. Perhatikan kelembapan udara
Sebagian tanaman indoor berasal dari lingkungan tropis sehingga dapat menyukai kelembapan udara yang lebih tinggi dibandingkan kondisi ruangan yang kering.
Kelembapan dapat dibantu dengan mengelompokkan beberapa tanaman, menggunakan pelembap udara atau menempatkan pot di atas baki berisi kerikil dan sedikit air. Namun, bagian bawah pot jangan sampai terendam air.
Tanaman juga sebaiknya dijauhkan dari hembusan langsung pendingin ruangan atau sumber udara panas karena perubahan kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: 13 Langkah Praktis Atur Fengshui Ruang Tamu: Hadirkan Energi Positif dan Ketenangan
6. Berikan pupuk sesuai kebutuhan
Tanaman yang tumbuh aktif membutuhkan nutrisi tambahan. Namun, pemupukan tidak perlu dilakukan secara berlebihan.
Tanaman yang baru dipindahkan ke pot baru umumnya belum membutuhkan pupuk tambahan dalam waktu dekat karena media tanam baru dapat menyediakan sejumlah nutrisi. Setelah tanaman kembali tumbuh aktif, pemupukan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan petunjuk produk yang digunakan.
7. Repotting ketika tanaman membutuhkannya
Tanaman indoor tidak selalu harus sering dipindahkan ke pot yang lebih besar. Repotting dapat dipertimbangkan ketika pertumbuhan melambat, tanaman menjadi terlalu berat di bagian atas, media cepat mengering, atau akar sudah memenuhi pot.
Saat mengganti pot, jangan langsung memilih wadah yang ukurannya jauh lebih besar. Peningkatan ukuran sekitar satu atau dua tingkat umumnya lebih sesuai agar media tidak menahan terlalu banyak air di sekitar akar.
Dengan memperhatikan kebutuhan cahaya, air, kelembapan, media tanam dan ukuran pot, tanaman indoor dapat tumbuh lebih sehat. Kuncinya bukan memberikan perawatan sebanyak mungkin, melainkan menyesuaikan perawatan dengan karakter masing-masing tanaman. (*)
Editor : Rafael B. Junior