Dalam upaya pembangunan Bandar Udara Liku, Disampaikan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH, menyebutkan Pemkab pada 2016 lalu telah menghibahkan asset berupa tanah di Desa Liku Kecamatan Paloh kepada Kementerian Pertahanan RI melalui TNI AU untuk pembangunan Bandara perintis.
"Hibah tanah seluas 5,9 hektare ini telah ditindak lanjuti oleh TNI dengan membangun runway serta beberapa bangunan pendukung militer lainnya untuk TNI AU,” kata Atbah.
Menurutnya, dalam pembangunan bandar udara tersebut, terkandung komitmen dan tindakan yang mulia, ada dampak bagi kesejahteraan masyarakat, pertahanan dan kedaulatan negara.
Keempat Jenderal yakni Marsekal pertama TNI AU Tri Suryono, Marsekal Pertama TNI AU Haryo Kusworo, Marsekal Pertama TNI AU Engkus Kuswara dan Marsekal Pertama TNI AU Palito Sitorus ketika tiba dikalungi syal tenun Sambas oleh Bupati Sambas dan Wakil Bupati Sambas. Setelah penyambutan, dilaksanakan malam ramah tamah pada Rabu malam, kemudian pada Kamis (21/11) pagi, meninjau Bandar Udara Liko Paloh.
Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyampaikan ekspose rencana pembangunan bandar udara liku. Mengenai legalitas, saat ini sudah ada Keputusan Menteri Perhubungan, diantaranya Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 50/OT/phb-78 tentang klasifikasi lapangan terbang perintis liku paloh, Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 68/ HK.207/phb-83 tentang klasifikasi lapangan terbang perintis menjadi bandar udara liku paloh kelas V, serta Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 11 tahun 2010 dan PM No. 69 tahun 2014.
“Awalnya Bandar Liku Paloh dikenal sebagai lapangan terbang perintis, sejak dibangun 1976 hingga selesainya pembangunan tahap VI belum pernah diresmikan oleh Departemen Perhubungan maupun Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan belum pernah ditunggu/ dirawat. Kemudian pada 2016 bandar udara ini sudah diserahkan kepada TNI AU,” katanya.
Setelah diserahkan ke TNI AU, sudah dibangun Run Way oleh TNI AU sepanjang 750m dengan lebar 23 m serta beberapa bangunan pendukungmiliter untuk TNI AU. Saat ini Pemkab Sambas masih memiliki lahan disekitar run way seluas kurang lebih 8,3 Ha yang telah dibangun barak dan apron oleh TNI AU namun belum dihibahkan oleh Pemkab.
Pemkab Sambas, telah melakukan upaya-upaya untuk pengembangan Bandar udara liku mulai dari pembebasan lahan, rapat kerja Bupati Sambas ke Mabes TNI AU Cilangkap, koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar hingga menganggarkan bangunan untuk sipil dan pembebasan lahan untuk memperpanjang run way.
"Pembangunan Bandar Udara Liku Paloh terus diupayakan Pemkab Sambas, seperti kita ketahui bersama pada 14 Oktober 2010, Bupati Sambas Burhanuddin A Rasyid melakukan Kunker ke Mabes TNI di Cilangkap Jakarta, lalu kunker Kasau ke Bandar Liku Paloh pada tanggal 9 Juni 2014 yang didampingi langsung Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi M.Ph dan pada 14 Mei 2019 Bupati Sambas saat ini H Atbah Romin Suhaili Lc MH menghadiri langsung rapat kerja bersama TNI AU di Cilangkap Jakarta,” kata Hairiah yang berharap operasional bandara ini segera terwujud. (fah)
Editor : Ari Aprianz