SAMBAS - Dosen Program Studi Agroindustri Pangan Politeknik Negeri Sambas berhasil mengembangkan produk inovasi “Bubbor Paddas” Instan.
Tak sampai disitu, tim pengembangan telah melakukan inovasi berupa paket bumbu instan melalui program PUPIV Politeknik Negeri Sambas.
Ketua tim PUPIV SuperBurdas Andi Maryam, S.Si, M.Pd mengatakan bahwa “Bubbor Paddas” Instan diadaptasi dari makanan khas Melayu Sambas yaitu bubur sayur yang dikenal dengan sebutan “Bubbor Paddas” atau biasanya ditulis Bubur Pedas.
Meskipun namanya Bubur Pedas, kuliner khas ini tidaklah memiliki rasa pedas dari cabe. Makna kata “Pedas/Paddas” berarti campuran aneka sayuran dan umbi-umbian, rempah, dan bumbu khas yaitu daun kesum dan daun kunyit serta beras dan kelapa parut sangrai yang dihaluskan.
Makanan ini biasanya disajikan saat kumpul bersama keluarga, rekan, atau sebagai menu berbuka puasa, serta acara-acara kedaerahan.
Namun karena termasuk jenis makanan dengan kadar air tinggi, menyebabkan umur simpan sangat singkat, dan kurang memungkinkan untuk dijadikan buah tangan setelah berkunjung ke Kabupaten Sambas.
“Bubbor Paddas” Instan yang saat ini beredar di pasaran dengan merk SuperBurdas, mulai dikembangkan sejak 2020 oleh inventor Rozana, S.Tp, M.Si melalui program PKM yang diketuai Nur Istiqamah, SP, MMA dengan pendanaan Poltesa.
SuperBurdas semakin berkembang dan mampu berproduksi secara kontinyu. Melalui program unggulan kampus yaitu skema Pengabdian kepada Masyarakat-Penerapan Usaha Produk Inovasi Vokasi (PUPIV) sejak 2022 hingga 2023, SuperBurdas memperoleh dukungan dan komitmen pimpinan direktur Poltesa Yuliansyah, S.E, M.E untuk terus mensupport pengembangan produk sehingga SuperBurdas telah beredar di berbagai provinsi di Indonesia dalam bentuk kemasan papper bowl dengan umur simpan selama dua bulan sejak masa produksi.
Produk SuperBurdas yang sudah dikomersialkan secara luas yaitu SuperBurdas siap seduh kemasan papper bowl, telah memiliki izin edar P-IRT dengan nomor 2046101010021-28 dan sertifikat halal dengan nomor ID61110004169320323.
Produk dikemas dalam papper bowl dengan berat bersih 67 gram dan dijual dengan harga Rp17 ribu per kemasannya.
Penyajian produk ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu diseduh dengan air mendidih kemudian ditunggu hingga 10 menit, dan dimasak dalam air mendidih selama 3 menit.
Andi Maryam menyatakan pengembangan tak hanya terhenti pada inovasi bubur sayur instan SuperBurdas.
Saat ini, tim pengembangan melakukan inovasi berupa paket bumbu instan “Bubbor Paddas” yang terdiri dari bumbu kering dan bumbu pasta.
“Ini untuk memenuhi permintaan konsumen dalam hal penyediaan bumbu praktis. Konsumen dapat mengkreasikan jenis sayur yang akan mereka gunakan dalam pembuatan bubur pedas,” katanya.
Sebagai koordinator prodi Agroindustri Pangan, Andi Maryam berharap inovasi ini, menjadi magnet dalam peningkatan perekonomian masyarakat terutama pengembangan budidaya tanaman yang merupakan material bahan baku “Bubbor Paddas” instan seperti pakis, singkil, katuk, kesum, dan kunyit.
Tim pengembangan SuperBurdas yang beranggotakan Hamdi, SP, MP, Angga Tritisari, ST, MM, Junardi, SP, M.Si, Andiyono, SP, M.Sc mengucapkan terimakasih kepada ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) yaitu Lang Jagat, S.Si, M.T yang telah mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi vokasi. Juga kepada ketua P3M yang baru dilantik beberapa hari yang lalu Nur Astri Fatihah, S.T, M.T, yang aktif mengakomodir penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama keberlanjutan program inovasi kampus.
Kedepan, diharapkan produk inovasi yang dihasilkan oleh dosen di Politeknik Negeri Sambas, termasuk salah satunya adalah SuperBurdas ini, dapat berkembang dengan pesat dan tentunya membutuhkan dukungan dan bantuan dari banyak pihak.(fah)
Editor : A'an