Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pekan Gawai Naik Dango ke-18, Pererat Ikatan Budaya dan Kebersamaan

Fahrozi PP • Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:33 WIB
Peserta anak-anak mengenakan busana tradisional saat karnaval Pekan Gawai Naik Dango ke-18 di Sambas pada Kamis (15/5).
Peserta anak-anak mengenakan busana tradisional saat karnaval Pekan Gawai Naik Dango ke-18 di Sambas pada Kamis (15/5).

 

PONTIANAK POST – Pekan Gawai Naik Dango ke-18 kembali digelar di Kabupaten Sambas dan menjadi ajang mempererat ikatan budaya, religi, sekaligus kebersamaan masyarakat lintas etnis. Acara yang berlangsung meriah di Ramin Bantang Nek Riuh ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sambas, Heroaldi, pada Kamis (15/5).

Dalam sambutannya, Heroaldi menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya leluhur. Ia menyebut, kekayaan budaya di Sambas adalah aset yang tak ternilai dan harus terus dirawat bersama.

"Kabupaten Sambas adalah daerah yang kaya akan seni dan budaya. Gawai Naik Dango adalah contoh nyata bagaimana kekayaan itu dirayakan secara harmonis oleh semua etnis. Ini adalah bentuk kolaborasi budaya yang patut kita jaga," ungkapnya.

Naik Dango sendiri merupakan tradisi Dayak yang sarat nilai-nilai adat dan religius. Acara ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Tahun ini, Gawai dikemas lebih semarak dengan berbagai pertunjukan seni, pawai budaya, hingga atraksi kendaraan hias yang menarik perhatian warga.

Menurut Heroaldi, pelestarian budaya seperti ini tidak hanya memperkuat identitas masyarakat, tapi juga membuka peluang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Gawai budaya seperti ini dapat menjadi daya tarik wisatawan dan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal," tambahnya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sambas, Mardirius Lope, menyampaikan bahwa Naik Dango adalah wujud syukur masyarakat kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa). Ia berharap generasi muda dapat terus mewarisi semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam gawai tersebut. Rangkaian acara dimulai sejak Rabu (14/5) dengan ritual adat Dayak sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Keesokan harinya, karnaval budaya digelar dengan meriah. Masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Sambas turut ambil bagian, mengenakan busana tradisional dan menampilkan seni pertunjukan di sepanjang rute karnaval.

Deretan kendaraan hias serta alunan musik tradisional menambah semarak suasana. Gawai Naik Dango kembali menjadi bukti bahwa semangat menjaga budaya dan kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat Sambas. (fah)

Editor : Miftahul Khair
#Naik Dango #sambas #budaya #dayak