Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ribuan Warga Hadiri Peresmian Masjid Hijrah As Subhan Ikon Baru Beranda Negara

Fahrozi PP • Senin, 19 Mei 2025 | 11:34 WIB
MEGAH: Masjid Hijrah As Subhan berdiri megah di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Dusun Tanjung, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
MEGAH: Masjid Hijrah As Subhan berdiri megah di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Dusun Tanjung, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

PONTIANAK POST - Masjid Hijrah As Subhan resmi berdiri megah di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di Dusun Tanjung, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Minggu (18/5). Peresmian masjid ini dihadiri oleh sekitar seribuan warga dari berbagai elemen masyarakat, serta menjadi simbol toleransi dan ikon baru di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masjid tersebut merupakan hasil gagasan dan perjuangan Anggota DPRD Kalimantan Barat, Subhan Nur, yang juga menjadi pelasamksana pembangunan bersama sejumlah pihak. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat setempat.

“Warga Sajingan tidak mempersoalkan niat membangun masjid, bahkan memberi dukungan penuh. Inilah bentuk toleransi yang luar biasa di Sajingan Besar,” ujar Subhan Nur. “Tiga tahun perjuangan ini adalah bentuk ukhuwah Islamiyah. Harapannya, masjid ini tidak hanya untuk ibadah, tapi juga melahirkan generasi Qurani melalui kegiatan seperti MTQ,” tambahnya.

Acara turut dihadiri oleh Anggota DPR RI dan Ketua DPW Partai NasDem Kalbar, H Syarief Abdullah Alkadrie, sejumlah tamu dari Sarawak, Malaysia, serta jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu menggunakan musik tanjidor dan salat Ashar berjemaah di masjid.

Camat Sajingan Besar, Obertus, menyebut keberadaan Masjid Hijrah As Subhan menambah ikon baru di kawasan perbatasan setelah PLBN Aruk. Ia berharap masjid ini menjadi tempat persinggahan dan penguatan silaturahmi, termasuk bagi pelintas batas dari Malaysia. “Masjid ini memberikan perubahan positif. Kami berterima kasih kepada semua pihak, khususnya Subhan Nur, atas kontribusi membangun daerah perbatasan yang menjadi wajah NKRI,” katanya.

Sementara itu, Syarief Abdullah Alkadrie menegaskan pentingnya memaksimalkan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang kegiatan sosial dan pendidikan. “Masjid ini sangat megah, tapi semangat pemanfaatannya juga harus megah. Ini bentuk kepedulian terhadap umat. Saya yakin, perjuangan Subhan Nur ini akan bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Syarief Abdullah.

Ia juga mengapresiasi kuatnya semangat toleransi di Sajingan Besar yang tercermin dari kehadiran lintas agama dalam peresmian masjid. Hal itu menurutnya menjadi contoh nyata miniatur keberagaman yang harmonis di wilayah perbatasan. Acara ditutup dengan prosesi peresmian secara simbolis melalui penekanan tombol sirene oleh Syarief Abdullah Alkadrie. (fah)

Editor : Hanif
#Dusun Tanjung Desa Senatab #Sajingan Besar #masjid #Kabupaten Sambas #indonesia-malaysia #wilayah perbatasan