PONTIANAK POST - Wakapolres Sambas Kompol Hoerrudin menyampaikan, dalam upaya menyukseskan Program Cinta Sambas Ketahanan Pangan Komoditi Jagung, akan dilakukan pelatihan kepada siswa, petani dan warga yang terlibat dalam persiapan penanaman jagung di lahan seluas 10 hektare di SMK Negeri 1 Teluk Keramat.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini, akan dilakukan pelatihan untuk penanaman dan perawatan jagung di lahan SMK Negeri 1 Teluk Keramat,” kata Wakapolres Sambas, belum lama ini.
Pelatihan yang dimaksud, merupakan bagian dari persiapan penanaman jagung. Lahannya, saat ini masih dalam tahapan pembukaan. Sehingga kesempatan ini digunakan untuk menambah pengetahuan kepada para siswa, guru, masyarakat, petani yang nanti akan dilibatkan dalam penanaman, perawatan jagung di lahan SMKN 1 Teluk Keramat.
“Saat ini, ada sekitar 10 Hektare lahan sedang dibuka, nanti lahan ini akan ditanami jagung, merekalah (para murid, guru, petani dan masyarakat) yang terlibat untuk penanaman hingga perawatan jagung,” katanya.
Sebelumnya, Wakapolres Sambas mencanangkan program Cinta Sambas saat pembukaan 12 hektare lahan ketahanan pangan komoditi jagung di SMK Negeri 1 Teluk Keramat, Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat.
Dalam program Cinta Sambas yakni Ciptakan Lapangan Tuk Kerja Sekolah Bagus Murid Bahagia Senang Semua, merupakan aksi nyata mewujudkan Asta Cita Presiden RI ketahanan pangan jagung. Selain itu membuka peluang ekonomi, yakni bagi siswa terutama jurusan Agribisnis Pertanian, para guru SMKN 1 Teluk Keramat, sekolah hingga masyarakat.
"Lahan yang dibuka di SMKN 1 Teluk Keramat tujuannya adalah mendukung ketahanan pangan. Namun dibalik itu, bagaimana juga memberikan dampak positif lainnya, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan dan kamtibmas," kata Wakapolres Sambas.
Dibidang pendidikan, sebutnya, bagaimana lahan yang ada di SMKN 1 Teluk Keramat yang sudah lama tak termanfaatkan, sekarang digarap untuk tanam jagung yang dalam penggarapannya dilakukan oleh murid, guru, serta masyarakat.
Bahkan, nantinya murid yang jurusan Agribisnis Pertanian bisa langsung praktik lapangan. "12 Ha lahan yang dibuka, 10 Ha akan ditanami jagung. Jadi nanti murid, guru, bahkan masyarakat sekitar mulai dari penanaman, perawatan dan pemanenan dilakukan mereka, jadi para siswa bisa langsung praktik pertanian, tak hanya itu nanti dari hasil (hasil panen) akan menjadi upah dari kegiatan mereka, sehingga siswa, guru termasuk sekolah dapat penghasilan, artinya ada dampak ekonomi, bahkan masyarakat yang mau berpartisipasi," katanya.
Dengan demikian, sebutnya, melalui program ini terbuka lapangan kerja. Sehingga dengan adanya peluang kerja keamanan ketertiban masyarakat terjalin dengan baik. "Masyarakat, siswa dan sekolah mendapatkan keuntungan, kemudian dari kepolisian juga menerima dampak positif karena kamtibmas terjaga dengan baik," katanya. (fah)
Editor : Hanif